Peristiwa Nasional

Kementerian PUPR RI dan Kemenkeu RI Bentuk Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Rabu, 25 Januari 2023 - 23:24 | 28.82k
Penandatanganan MoU pembentukan Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan di Jakarta, Rabu (25/1/2023). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)
Penandatanganan MoU pembentukan Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan di Jakarta, Rabu (25/1/2023). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI) bersama PT Sarana Multigriya Finansial Persero (PT SMF) menandatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan.

Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur PUPR Kementerian PUPR RI Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu RI Rionald Silaban, dan Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Advertisement

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara Komisioner BP Tapera Adi Setianto, Chief Economist PT SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Konsumer PT BTN Tbk Hirwandi Gafar, dan Direktur Pemasaran Perum Perumnas Tambok Setyawati.

Kementerian PUPR RI ingin solusi atasi kebutuhan perumahan masyarakat

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur kementerian PUPR RI Herry Trisaputra Zuna mengatakan, ekosistem pembiayaan perumahan dibentuk untuk dapat bersama mencari solusi atas permasalahan-permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan perumahan untuk masyarakat.

Kementrian-PUPR-RI-a.jpg

"Penyediaan perumahan dihadapkan pada tantangan yang besar untuk menyelesaikan 12,71 juta backlog rumah tangga. Sementara para pemangku kepentingan dalam perumahan sangat banyak, diantaranya ada Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, BP Tapera, Bank Pelaksana penyalur pembiayaan perumahan, dan juga pengembang penyedia perumahan. Sehingga dengan dibuatnya ekosistem ini sebagai sekretariat bersama dapat menyeleraskan langkah agar hasilnya lebih optimal," kata Herry.

Dalam waktu dekat, Herry mengatakan dengan penunjukkan PT SMF sebagai Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan diharapkan dapat menjadi fasilitator sarana koordinasi dan kolaborasi antar anggota ekosistem pembiayaan perumahan, sehingga para pemangku kepentingan di bidang perumahan dapat semakin solid dalam mengembangkan berbagai inisiatif dan inovasi pembiayaan perumahan.

"Salah satunya dalam perluasan akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kepada hunian vertikal di wilayah perkotaan melalui skema Rental To Own (RTO) dan Staircasing Shared Ownership (SSO). Kami juga fokus pada pembiayaan perumahan untuk MBR informal/pekerja mandiri melalui menabung di BP Tapera. Jadi para pekerja mandiri atau komunitasnya bisa memperoleh rumah dengan lebih mudah," kata Herry.

Kementrian-PUPR-RI-b.jpg

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu RI Rionald Silaban berharap agar sekretariat ekosistem pembiayaan perumahan dapat melihat semua permasalahan dengan jernih, terutama dalam berinovasi di bidang pembiayaan.

Pada dasarnya Kementerian PUPR RI dan Kemenkeu RI ingin memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat, karena memiliki rumah merupakan hak yang dijamin UUD 1945. "Namun dari sisi APBN sifatnya terbatas, sehingga kami berharap sekretariat ekosistem dapat memberikan masukan yang independen sebagai solusi pembiayaan perumahan," kata Rionald (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES