Peristiwa Nasional

Presiden RI Jokowi: Komitmen Pembangunan Kota Nusantara untuk Mengembalikan Kejayaan Hutan Tropis Kalimantan

Rabu, 20 Desember 2023 - 19:07 | 22.24k
Presiden RI Jokowi menyiram pohon yang ditanam di kawasan Hunian Hutan Tropis yang berlokasi di Glamping Kota Nusantara Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (20/12/2023) (FOTO: ANTARA/Nyaman Bagus Purwania)
Presiden RI Jokowi menyiram pohon yang ditanam di kawasan Hunian Hutan Tropis yang berlokasi di Glamping Kota Nusantara Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (20/12/2023) (FOTO: ANTARA/Nyaman Bagus Purwania)

TIMESINDONESIA, PENAJAM PASER UTARA – Dalam upaya monumental untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengembalikan kejayaan hutan tropis Kalimantan, Presiden RI Jokowi secara resmi mengumumkan pembangunan Ibu Kota Negara baru Indonesia yang diberi nama Kota Nusantara. Proyek ini akan meresapi sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, terutama di Kecamatan Sepaku.

Presiden RI Jokowi Rabu, (20/12/2023) di Penajam Paser Utara dengan tegas menyatakan, "Konsep pembangunan Kota Nusantara komitmen mengembalikan kejayaan hutan tropis Kalimantan." 

Pernyataan ini disampaikan langsung Presiden RI Jokowi saat melakukan serangkaian kegiatan, termasuk penanaman pohon di Miniatur Hunian Hutan Tropis di Glamping Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menurut Presiden RI Jokowi, kejayaan hutan tropis Kalimantan akan direalisasikan melalui pembangunan ibu kota negara masa depan Indonesia di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Komitmen Kota Nusantara, sebagaimana diungkapkan oleh Presiden, dibagi menjadi tiga tempat penanaman pohon dengan konsep penghijauan dan estetika. Tujuan utama adalah menghijaukan wilayah tersebut menjadi hutan tropis yang dapat mengembalikan ekosistem alam yang semakin terancam.

Penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol, melainkan juga langkah konkrit. Presiden RI Jokowi telah menginstruksikan bahwa 70 persen wilayah ibu kota negara baru Indonesia harus berupa kawasan hutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menambahkan bahwa sekitar 54 ribu hektare wilayah Kota Nusantara harus dihijaukan dari total luas kawasan ibu kota negara baru Indonesia yang mencapai lebih kurang 256 ribu hektare.

Ibu kota negara masa depan Indonesia, menurut Siti Nurbaya Bakar, akan dikembalikan menjadi zona hijau atau hutan tropis. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk melindungi keberagaman hayati, tetapi juga untuk memberikan dampak positif terhadap penyerapan karbon. Proses penghijauan ini akan dilakukan secara bertahap, dan penanaman pohon yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari penanaman tahun keempat di kawasan Kota Nusantara.

"Kami optimistis kota hutan pada tahun 2045 akan terwujud. Ibu kota negara baru bukan hanya harapan perubahan bagi Indonesia saja, tetapi juga bagi dunia," ujar Siti Nurbaya Bakar dengan keyakinan.

Langkah-langkah ini menciptakan sebuah terobosan bersejarah dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan proyek Kota Nusantara dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pada pelestarian alam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES