Peristiwa Nasional

Launching UB Halal Metric, Wapres RI Harap Bisa Jadi Rujukan Global

Jumat, 19 Januari 2024 - 20:57 | 18.67k
Wapres RI KH Ma'ruf Amin saat meluncurkan UB Halal Metric di Universitas Brawijaya,  Jumat (19/1/2024). (Foto: Setwapres)
Wapres RI KH Ma'ruf Amin saat meluncurkan UB Halal Metric di Universitas Brawijaya, Jumat (19/1/2024). (Foto: Setwapres)

TIMESINDONESIA, MALANGUniversitas Brawijaya secara resmi meluncurkan UB Halal Center dan UB Halal Metric pada Jumat (19/1/2024). Yang menjadi istimewa, peluncuran ini dilakukan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Gedung Samantha Krida.

UB Halal Metric sendiri merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk mengukur implementasi konsep ekosistem halal secara komprehensif baik disektor perguruan tinggi, industri, maupun pemerintahan yang diusung oleh UB.

Ada beberapa harapan besar yang ditaruh Wapres kepada layanan inovasi baru UB ini. Yakni agar UB dapat mengambil peran yang lebih besar dalam penguatan rantai nilai dan ekosistem halal di tingkat nasional dan global. Dia juga memimpikan UB Halal Metric bisa menjadi rujukan nasional bahkan global, terkait penerapan praktek-praktek berkelanjutan dan beretika dalam ekosistem halal.

"Dengan demikian masyarakat luas akan semakin memahami bahwa kehalalan tidak melulu soal substansi produk, tapi juga keseluruhan proses bisnis yang diterapkan seluruh institusi maupun pelaku usaha dalam ekosistem halal," ucapnya.

Selain itu, beragam inisiatif Universitas Brawijaya ini juga diharapkan turut mendorong penguatan sistem jaminan produk halal serta meningkatkan literasi dan gaya hidup halal di masyarakat.

Wapres menyampaikan beberapa hal penting dalam upaya memperkuat sistem ekosistem halal secara nasional. Dia meminta agar seluruh pihak bisa ikut menyebar luaskan pemahaman tentang praktek-praktek etika dan berkelanjutan, serta meningkatkan kolaborasi multipihak agar tercipta tatanan ekosistem halal yang semakin baik.

"Gerakkan pelaku industri halal agar senantiasa mengedepankan nilai syariah dalam praktik usahanya serta terus menularkan kebaikan syariah secara universal," tuturnya.

Dia menyebut, negara mempunyai target, pada tahun 2024 ini Indonesia bisa menjadi pusat produk halal terbesar dunia. Oleh karena itu pihaknya terus mengembangkan berbagai hal yang berkaitan, seperti Kawasan Industri Halal (KIA)  zona-zona halal bahkan seperti  Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS) di berbagai daerah.

"Pemerintah pusat juga telah mengembangkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dan di provinsi ada Komidi Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk menggerakkan potensi-posisi ekonomi di daerah dan sekarang sudah terbangun terbentuk dua di 25 provinsi, termasuk Jawa Timur," terangnya.

Dengan adanya UB Halal Metric ini, Wapres meminta, UB yang selama ini telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada negara bisa bisa dorongan bagi instansi lain untuk membantu pemerintah dalam menciptakan ekosistem halal di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES