Peristiwa Nasional

Jaringan Dosen Nahdliyin Probolinggo Dorong Indonesia Dipimpin Sosok Berintegritas

Jumat, 09 Februari 2024 - 07:14 | 50.89k
Suasana Halaqah Kebangsaan yang digelar oleh Jaringan Dosen Nahdliyin Kabupaten Probolinggo di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid (Foto: Iqbal/TIMES Indonesia)
Suasana Halaqah Kebangsaan yang digelar oleh Jaringan Dosen Nahdliyin Kabupaten Probolinggo di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid (Foto: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Jaringan Dosen Nahdliyin Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menggelar Halaqah Kebangsaan bertajuk “Peran Akademisi dalam Menciptakan Kepemimpinan Nasional yang Berintegritas Pada Pemilu 2024.”

Halaqah dilaksanakan di Aula Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid atau Unuja Probolinggo, Kamis (8/2/2024).

Dalam halaqah tersebut, para dosen yang tergabung dalam jaringan Dosen Nahdliyin mendorong Indonesia dipimpin sosok berintegritas dan memiliki rekam jejak baik. Karena ini menyangkut hajat orang banyak.

Ketua Jaringan Dosen Nahdliyin Kabupaten Probolinggo, Dr. Mushafi Miftah mengatakan, dosen berkomitmen serta mendorong agar pemimpin nasional benar-benar lahir dari proses yang benar, demokratis, serta tidak menabrak ketentuan hukum dan etika.

Menurut Mushafi, suksesi kepemimpinan nasional pada tahun 2024 ini, menyangkut hajat bangsa dan rakyat Indonesia. Jika pemimpin nasional lahir dari proses yang cacat hukum serta etik, komitmen memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia bisa diragukan. 

Oleh karena itu, Jaringan Dosen Nahdliyin Probolinggo berkomitmen untuk mendorong Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan prosedur dan nilai-nilai demokrasi.

Pembina Jaringan Dosen Nahdliyin, M. Noer Fadli Hidayat mengajak seluruh akademisi yang hadir ikut serta mengedukasi masyarakat agar melek politik. Dengan demikian, mereka tidak terjebak pada politik pragmatis.

Lebih lanjut, Fadli menyampaikan bahwa akademisi memiliki tanggung jawab moral dalam mengawal Pemilu 2024 agar sesuai dengan aturan hukum. Oleh karena itu, penting bagai para akademisi ikut serta mengedukasi masyarakat.

“Mari kita berkomitmen untuk menjaga kedamaian selama pemilu. Karena hal ini tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, tanpa kecuali. Dan memastikan seluruh unsur yang terlibat melakukan kegiatan kampanye politik positif dan sehat,” jelas Fadli.

Halaqah kebangsaan di Aula Wisma Dosen Unuja Probolinggo itu, juga dihadiri KH Makki Maimun Hasan Abdul Wafi, dan seluruh dosen se- Kabupaten Probolinggo.

Diketahui, pemungutan suara Pemilu 2024 dilangsungkan Rabu (14/2/2024). 204.807.222 warga yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan memilih pasangan calon presiden-wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota.

Ada tiga pasangan capres-cawapres dalam Pemilu 2024. Yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskdandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Terkait itu, melalui Halaqah Kebangsaan “Peran Akademisi dalam Menciptakan Kepemimpinan Nasional yang Berintegritas Pada Pemilu 2024,” Jaringan Dosen Nahdliyin Kabupaten Probolinggo mendorong agar muncul pemimpin berintegritas di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES