Peristiwa Nasional

Persiapan Puasa Ramadan, Presiden Jokowi: Jaga Stabilitas Harga Pangan

Senin, 26 Februari 2024 - 16:41 | 21.41k
Presiden Jokowi saat memimpin rapat paripurna persiapan Puasa Ramadan, di Istana, Jakarta Senin (26/2/2024). (FOTO: Setkab)
Presiden Jokowi saat memimpin rapat paripurna persiapan Puasa Ramadan, di Istana, Jakarta Senin (26/2/2024). (FOTO: Setkab)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden RI Jokowi meminta seluruh kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung dan memastikan ibadah Puasa Ramadan 2024 yang akan dilakukan oleh masyarakat berjalan dengan tenang dan khusuk, tanpa ada kendala apapun. Termasuk persoalan harga pangan.

"Saya meminta utamanya menjaga persediaan pangan dan juga stabilitas harga pangan, terutama bahan pokok. Dan juga percepatan pembagian seluruh paket perlindungan sosial dan jaminan sosial," katanya saat memimpin rapat paripurna persiapan Puasa Ramadan, di Istana, Jakarta Senin (26/2/2024).

Kepala Negara juga meminta agar kementerian terkait memantau kesiapan infrastruktur yang akan digunakan mudik oleh masyarakat. "Saya kira itu setiap tahun kita selalu persiapkan. Karena itu adalah event tahunan," jelasnya suami Iriana itu.

Dalam forum tersebut juga, Presiden Jokowi juga berbicara soal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Kebijakan Fiskal Tahun 2025. Kata dia, RKP tahun 2025 dan Kebijakan Fiskal ini adalah jembatan untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mengakomodasi program-program presiden terpilih hasil Pilpres 2024.

"Ini juga kita sambil menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU. Maka RAPBN tahun 2025 harus disiapkan dengan memperlihatkan hasil pilpres. Karena yang menjalankan APBN 2025 adalah presiden terpilih," jelasnya.

Selain itu, lanjut ayah Gibran Rakabuming Raka tersebut, terkait Kerangka Ekonomi Makro tahun 2025, Indonesia harus betul-betul memahami, mengikuti situasi ekonomi global.

"Beberapa negara ekonominya sudah masuk ke resesi. Seperti Jepang, Inggris, baru saja masuk ke resesi itu. Sehingga antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian. Tapi optimisme dan kredibilitas juga tetap harus kita jaga," katanya.

Lalu, kata Presiden Jokowi, lakukan penajaman fokus program pemerintah pusat dan daerah dengan menyiapkan contingency plan, jika terjadi gejolak dan krisis.

"Terakhir, untuk postur makro fiskal dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2025, transformasi ekonomi harus, yang telah kita jalani selama 10 tahun terakhir, harus terus berlanjut. Sehingga kebijakan fiskal harus mendukung keberlanjutan transformasi ekonomi," ujar Presiden Jokowi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES