Peristiwa Nasional

Jelang Ramadan, Ini Instruksi PBNU untuk Nahdliyin

Sabtu, 09 Maret 2024 - 14:27 | 22.35k
Dari kiri-kanan: Amin Said Husni (Wakil Ketua Umum PBNU); KH Yahya Cholil Staquf (Ketum PBNU); Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU). (Foto: LTN/Suwitno
Dari kiri-kanan: Amin Said Husni (Wakil Ketua Umum PBNU); KH Yahya Cholil Staquf (Ketum PBNU); Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU). (Foto: LTN/Suwitno

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menjelang Ramadan 1445 H/2024 M, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan sejumlah instruksi. Instruksi ini untuk seluruh masyarakat, pengurus NU, dan Nahdliyin.

Instruksi pertama, PBNU meminta masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum berkonsolidasi secara menyeluruh, dari tingkat pengurus hingga tingkat desa, serta melibatkan semua jaringan Nahdlatul Ulama, termasuk badan-badan otonom dan lembaga pendidikan di lingkungan NU.

"Ini adalah kesempatan untuk bersama-sama menggerakkan memobilisasi satu gerakan mengambil barakah dari Ramadhan ini sebesar-besarnya," ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024) usai Tarhib Ramadan secara daring bersama dengan pengurus PWNU dan PCNU Se-Indonesia.

Selain itu, Gus Yahya juga menekankan pentingnya para ulama dan pengurus NU untuk mengamalkan doa-doa yang diajarkan para kiai NU. Termasuk doa untuk keamanan dan kemaslahatan Indonesia serta doa untuk saudara-saudara di Palestina.

“Juga secara khusus diajarkan oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang pertama adalah untuk mendoakan Indonesia agar tetap terpelihara kemaslahatan, kesentosaannya dan juga mendapatkan pertolongan untuk terus maju meningkat kapasitas sebagai negara yang sungguh-sungguh lebih kuat, lebih maju dan lebih kuat dan kemaslahatan secara umum,” katanya.

Dalam konteks Palestina, Gus Yahya menyatakan, selama lima bulan terakhir, PBNU telah berupaya dengan segala cara untuk membantu mencari solusi bagi saudara-saudara di Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat. Namun, kondisi pelik dan minimnya respons dari pihak internasional membuat PBNU khawatir situasi akan berlarut-larut menjadi status quo.

“Secara khusus Rais Aam mengijazahkan kembali doa yang kami sebut sebagai Qunut Nazilah untuk memohon pertolongan bagi Palestina yang dulu di ijazah dan oleh Rais Akbar Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari pada tahun 1938,” kata dia.

PBNU terus mengajak semua pihak untuk berdoa bersama selama bulan ramadan ini, sembari terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Dengan kata lain kita menggunakan kesempatan ramadan ini untuk mengetuk pintu langit agar pertolongan turun dari Allah SWT,” kata dia. (*) 

 

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES