Politik

ARCI: Gerindra Potensi Salip PKB-PDIP di Jatim, Rebut Pemilih NU

Senin, 19 September 2022 - 21:31 | 15.94k
ARCI: Gerindra Potensi Salip PKB-PDIP di Jatim, Rebut Pemilih NU
Direktur ARCI Baihaki Siraijt menyatakan, keunggulan PKB di Jatim belum aman. Sebab, angka margin of error sebesar 2,8% membuka peluang bagi PDIP, bahkan Gerindra menyalip di peringkat pertama, Senin (19/9/2022). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei elektabilitas partai politik di Jawa Timur.

Hasil survei ARCI ini, PKB teratas dengan angka 16,8% unggul dari PDI Perjuangan yang memiliki elektabilitas 16,1% di posisi kedua dan Gerindra di posisi ketiga dengan elektabilitas 15,4%.

Direktur ARCI Baihaki Siraijt menyatakan, keunggulan PKB di Jatim belum aman. Sebab, angka margin of error sebesar 2,8% membuka peluang bagi PDIP, bahkan Gerindra menyalip di peringkat pertama.

"Jelas belum aman PKB, karena itu masih angka margin of error. Di mana Gerindra saja masih berpeluang besar loh naik di peringkat pertama," kata Baihaki, Direktur ARCI di Surabaya usai pemaparan survei, Senin (19/9/2022).

Baihaki menyatakan, semenjak Prabowo mendeklarasikan siap maju sebagai Capres 2024, elektabilitas Gerindra kembali merangkak naik.

"Kita ingat awal 2021 elektabilitas Gerindra di Jatim itu di angka 10 persen. Perlahan naik angkanya saat dipimpin oleh Anwar Sadad, hampir menyentuh 14 persen," ungkapnya.

"Saat bulan Agustus lalu Prabowo mendeklarasikan diri Capres, Gerindra di Jatim dapat angin segar lagi, naik sampai 15 persen," sambungnya.

Sementara, Baihaki menyatakan, PDIP dan PKB cenderung turun. Hal ini bisa dimanfaatkan Gerindra untuk menyalip dengan waktu satu tahun lebih menjelang Pemilu 2024.

"Saya lihat kader Gerindra seperti Gus Sadad juga getol turun ke masyarakat. Namun mungkin, Gerindra ini harus kerja keras meraih suara milenial di Jatim. Tinggal itu PR-nya saya kira, karena ceruk suara Nahdlatul Ulama mereka juga bisa masuk," tandasnya.

Meskipun PKB selalu unggul dalam tiap hasil survei ARCI, Baihaki mengingatkan agar PKB berhati-hati. Karena cottail effect Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar nyatanya belum mampu mendongkrak elektabilitas PKB di Jatim.

"Meskipun urutan pertama, tetapi PKB ini cenderung menurun. Seharusnya PKB ini tatkala memang ada cottail effectnya Cak Imin (Muhaimin Iskandar, red) seharusnya meningkat melejit. Tetapi ini cottail effectnya Cak Imin masih belum tampak di PKB Jatim," ungkap Baihaki.

"Meskipun dia memimpin di Jatim, artinya dalam survei ARCI tetapi cenderung menurun itu ada. Sedangkan PDI-P cenderung naik, kemudian Gerindra cenderung naik. Tapi yang sangat cenderung naik adalah Demokrat," ungkapnya.

Baihaki mengatakan, perpecahan dalam antara PKB dan NU menjadi salah satu faktor mengapa elektabilitas PKB di Jatim terbilang stagnan tanpa kenaikan pesat.

"Pemilih NU lebih condong memilih Gerindra karena faktor ketuanya. Ini faktor NU. Kalau ini diteruskan maka Gerindra berpotensi untuk naik," katanya.

Diketahui, Survei ARCI dilakukan pada 5-12 September 2022 di seluruh 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sebesar 2,8%.

Berikut hasil survei ARCI elektabilitas parpol di Jatim:

1. PKB: 16,8%

2. PDI Perjuangan: 16,1%

3. Gerindra: 15,4%

4. Golkar 10,2%

5. Demokrat: 9,7%

6. NasDem: 6,3%

7. PPP: 4,1%

8. PKS: 3,9%

9. PAN: 2,9%

10. Perindo: 2,3%

11. PSI: 1,5%

12. Gelora: 0,5%

Tidak menjawab/tidak mengetahui: 10,3%. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES