Politik

Elektabilitas Demokrat Naik Signifkan Karena Figur Emil Dardak

Selasa, 20 September 2022 - 19:20 | 30.02k
Elektabilitas Demokrat Naik Signifkan Karena Figur Emil Dardak
Ketua DPD Demokrat Jatim sekaligus Wagub Jatim Emil Dardak. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menyatakan bahwa elektabilitas Partai Demokrat di Jawa Timur naik tajam dalam tiga bulan terakhir.

Data yang dirilis ARCI, elektabilitas Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mencapai 9,7 persen.

Perolehan itu menempatkan Partai Demokrat berada di posisi kelima di Jatim, di bawah Golkar 10,2 persen, Gerindra 15,4 persen, PDIP 16,1 persen dan PKB 16,8 persen.

Angka itu melonjak drastis dari survei ARCI tiga bulan lalu yang menyebutkan Partai Demokrat hanya meraih 6, 17%.

"Kenaikan ini karena faktor keterkenalan dari Emil Dardak yang disukai generasi milenial," kata Direktur ARCI Baihaqi Sirait, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, sosok Emil yang direpresentasikan sebagai figur yang muda dan cerdas mampu menarik suara milenial untuk memilih Partai Demokrat.

"Emil faktor yang muda dan cerdas. Ini yang menjadi faktor utama. Memang ini berperan penting membuat Demokrat naik siginifikan," tambahnya.

Survei ARCI dilakukan pada 5-12 September 2022 di seluruh 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sebesar 2,8%.

Emil Dardak Modal Besar Demokrat

Partai Demokrat Jatim berpeluang mendongkrak elektabilitasnya jelang Pemilu 2024. Selain soliditas partai, nama besar Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim juga dianggap memiliki pengaruh besar.

"Demokrat Jatim sangat beruntung memiliki wakil gubernur. Emil (Dardak) bisa menjadi modal besar bagi Demokrat untuk menaikkan elektabilitas," ujar Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch. Mubarok Muharam.

Selain itu, pengaruh jabatan sebagai wakil gubernur jadi modal besar bagi Demokrat memiliki ketua parpol seperti Emil. Karena, jabatan publik memiliki keuntungan mendayagunakan untuk memperluas jaringan, apalagi Wagub dan gubernur leluasa kemana-mana.

"Semuanya tergantung Emil sendiri memanfaatkan posisinya menghadapi momen politik di 2024," ungkap Ketua Lembaga Transformasi (Letram) ini.

Lanjutnya, naik atau turunnya elektabilitas parpol dipengaruhi dua faktor. Pertama melihat sepak terjang dari DPP termasuk simbol ketua umum. Selain itu juga rekam jejak dari ketua DPW atau DPD.

Sebagai simbol, keduanya beriringan. Jika keduanya menunjukkan persepsi positif di kalangan publik maka elektabilitas partai akan naik.

Pada Pemilu 2024, Demokrat masih berpeluang mampu menaikkan elektabilitasnya. Sedangkan faktor Emil Dardak masih berpengaruh. Yang menjadi catatan, keberadaan Ketua Demokrat Jatim ini masih di bawah bayang-bayang Gubernur Khofifah. Sebagai wakil gubernur, eksistensi Emil Dardak seolah kalah dengan gubernur.

"Orang tidak tahu fakta pembagian tugas gubernur dan wagub. Mestinya Emil keluar dari bayang-bayang gubernur jika ingin menaikkan elektabilitasnya ataupun parpolnya. Dia harus menjadi dirinya sendiri," paparnya.

Untuk Partai Demokrat sendiri, Muharam melihat tugas berat yang diemban oleh Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim. Dengan sisa waktu 1 tahun 6 bulan menjelang Pileg 2024, Emil harus bisa dongkrak suara Demokrat.

Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menyatakan bahwa elektabilitas Partai Demokrat di Jawa Timur naik siginikan dalam tiga bulan terakhir.

Data yang dirilis ARCI elektabilitas partai Partai Demokrat itu mencapai 9,7 persen. Perolehan itu menempatkan Partai Demokrat berada di posisi kelima di Jatim, di bawah Golkar 10,2 persen, Gerindra 15,4 persen, PDIP 16,1 persen dan PKB 16,8 persen. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES