Politik

Benarkah PBNU Instruksikan Para Kader Dukung Prabowo Subianto?

Jumat, 19 Januari 2024 - 14:51 | 20.91k
Pasangan Paslon 02 Prabowo-Gibran. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
Pasangan Paslon 02 Prabowo-Gibran. (FOTO: dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU menjadi perhatian publik akhir-akhir ini. Organisasi Islam ini dianggap menunjukkan keberpihakan pada Pilpres 2024. 

Baru-baru ini, tokoh NU Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir blak-blakan perihal adanya instruksi dari PBNU kepada pengurus organisasi struktur untuk mendukung pasangan Capres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut disampaikan Gus Nadir saat menjadi tamu di kanal YouTube Mojok yang dipandu oleh Puthut EA.

Dalam perbincangan santai itu, ia menyebut kekinian apalagi jelang Pilpres 2024, muncul gerakan yang membuat PBNU kembali ke politik praktis.

"Jadi timbul persoalan-persoalan. Ternyata belakangan makin parah. Saya mendengar kemarin itu di Surabaya, dikumpulkan oleh PBNU di Hotel Bumi, para pengurus, Rais 'Aam hadir, ketua umum hadir, rais hingga ketua Tanfidziyah seluruh Indonesia, PW dan PC," katanya dikutip TIMES Indonesia, Jumat (19/1/2024).

Tak hanya mendengar, Gus Nadir juga mengaku mengkonfirmasi kehadiran Rais 'Aam, Kiai Miftachul Akhyar dan Kiai Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kepada kiai-kiai sepuh NU.

"Dan saya mendapat informasi, saya sudah cek dan tabayun ke kiai-kiai sepuh yang hadir, bahwa mereka ini jadi masalah ketika, retorika di luar netral. Ternyata lain di mulut lain di pertemuan itu," katanya.

Gus Nadir menjelaskan, inti dari pertemuan itu adalah instruksi untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 nanti.

"Tidak tertulis. Karena bukan keputusan organisasi resmi. Tapi menggerakkan struktur organisasi secara masif sampai ke bawah yaitu mendukung calon 02. Ini menjadi keresahan. Mengapa kemudian PBNU melanggar apa yang disampaikannya sendiri sebelumnya, untuk kemudian tidak bermain politik praktis, tapi politik kebangsaan," jelasnya.

Gus Yahya Membantah

Sementara itu, Ketum PBNU Gus Yahya mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Gus Nadir tersebut adalah tidak benar. Ia menilai, pernyataan itu adalah prasangka semata, dan tidak ada bukti.

"Yang diutarakan Pak Nadirsyah itu saya kira prasangka saja. Tidak ada kenyataannya dan tidak ada bukti apapun bahwa itu terjadi," katanya di Kantor PBNU, Jakarta kepada wartawan.

Ia menegaskan, NU memiliki parameter secara keorganisasian tidak terlibat dalam kampanye dan proses dukung mendukung dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Namun, kata Gus Yahya, jika warga Nahdliyyin memiliki pendapat pribadi soal Pilpres 2024, itu adalah hak pribadi. "Bagaimana keterkaitan antarapribadi masing-masing. Tapi NU secara kelembagaan jelas tidak terlibat ya," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES