Politik

AHY, Dulu Kritik IKN Kini Mengaku Terpukau dan Siap Tinggal

Jumat, 01 Maret 2024 - 13:50 | 23.05k
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat dilantik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. (FOTO: Setkab)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat dilantik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. (FOTO: Setkab)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sikap 'perubahan' terlihat jelas dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dulu, ia adalah salah satu politikus yang keras dalam mengkritik Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun oleh Presiden Jokowi.

Kini, setelah diangkat jadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), putra dari mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku terpukau dengan proyek raksasa yang dibangun di Kalimantan Timur tersebut.

Advertisement

"Terpukau dengan apa yang menjadi mimpi besar Presiden Jokowi untuk menghadirkan pusat pemerintahan yang harapannya menjadi pusat kemajuan bangsa. Pusat peradaban nusantara yang kita harapkan ini benar-benar bisa menghadirkan kebijakan pada saatnya nanti yang terus memajukan ekonomi Indonesia," kata AHY saat berkunjung ke IKN belum lama ini.

AHY pun berharap, para investor bisa segera merapat ke IKN. "Kita berharap para investor juga punya keyakinan, kepastian hukum hak atas tanah yang bisa digunakan untuk usaha yang dikembangkan secara komersial dan juga bisnis diharapkan berkembang," katanya.

Tak hanya itu saja, AHY juga menyatakan siap untuk tinggal di IKN Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi. "Kalau spirit itu harus siap untuk tinggal dan bertugas di manapun. Artinya, kalau kemudian beliau (Presiden Jokowi) di sini, semua (para menteri) harus siap di sini dan dengan senang hati karena kita harus sukseskan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron memberikan pembelaan atas sikap berbeda dari AHY tersebut. 

"Saya kira itulah sikap objektivitas dari Mas AHY. Bagi Demokrat kan semuanya didasarkan kepada rasionalitas. Kalau secara rasionalitas ya ini baik bagi negara, baik bagi bangsa, baik bagi rakyat, iya kita katakan baik," katanya kepada wartawan.

Menurutnya, pujian yang diberikan oleh AHY terhadap pembangunan IKN adalah objektif. "Begitu melihatnya progresnya baik, ya tentu ketum kami pasti akan menyebutkan baik. Itulah sikap rasionalitas dari Demokrat," ujarnya.

Dilantik Jadi Menteri 

Diketahui, AHY resmi menjabat sebagai Menteri ATR. Itu setelah dilantik oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024) lalu.

Ia pun mengucapkan sumpah di depan Presiden Jokowi. Sumpah itu sebagai darma baktinya untuk menjalankan tugas sebagai pembantu Kepala Negara.

"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Presiden Jokowi mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti oleh AHY.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujarnya lagi.

Diketahui, pelantikan AHY menjadi Menteri ATR tersebut setelah Presiden Jokowi menggeser Hadi Tjahjanto ke kursi Menkopolhukam.

Jabatan Menkopolhukam beberapa waktu mengalami kekosongan karena Mahfud MD mengundurkan diri jabatannya karena maju sebagai cawapres di Pilpres 2024. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES