Politik

Hasto Sebut Ada Tekanan Hukum yang Menghalangi Proses Hak Angket

Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:41 | 20.46k
Sekrertaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (FOTO: Farid Abdullah/TIMES Indonesia).
Sekrertaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (FOTO: Farid Abdullah/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Proses Hak Angket DPR terkait penyelidikan dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 belum dimulai.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, mengungkap bahwa ada tekanan hukum yang menghalangi proses hak angket DPR dalam menginvestigasi potensi ketidakberesan dalam Pemilu 2024.

Menurutnya, keterlambatan dalam memulai proses hak angket bukanlah karena Ketua Partainya, Megawati Soekarnoputri, masih mempertimbangkan untuk mengeluarkan instruksi agar angket digulirkan.

"Bukan perhitungan, tapi tekanannya, tekanan hukumnya kan kuat sekali. Kan kalau orang ditekan, ada respons yang berani menghadapi tekanan, ada yang juga takut," katanya saat menghadiri webinar Sing Waras Sing Menang yang berlangsung pada, Sabtu (30/3/2024).

Namun, Hasto menegaskan bahwa pihaknya memahami reaksi orang terhadap tekanan tersebut. Dia menyatakan bahwa kader PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak gentar menghadapi tekanan.

Selain itu, ia juga mencatat contoh konkret dari tekanan, yaitu upaya untuk mengubah proses pemilihan Ketua DPR melalui revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 Tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3).

"Ini kan belum-belum PDIP sudah ditekan oleh Golkar mau mengambil alih lewat MD3, mengambil jabatan ketua DPR," ucapnya.

Meskipun demikian, Ia menegaskan bahwa inisiatif untuk memulai hak angket juga bertujuan untuk memberikan pemahaman politik kepada masyarakat.

Baginya, Hak Angket ini merupakan upaya penting untuk mengoreksi berbagai pelanggaran yang melibatkan penyalahgunaan kewenangan. "Jadi tunggu saja di situ momentumnya yang akan kita lakukan sebaik-baiknya dan intinya Pemilu 2024 ini harus dipersoalkan karena ini merupakan perpaduan antara pemilu tahun 1971 dan pemilu tahun 2009," tegasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES