Politik Pilkada 2024

Maju Pilkada 2024, Ratna Ani Lestari Optimistis Kembali Pimpin Banyuwangi

Kamis, 09 Mei 2024 - 14:53 | 77.13k
Bupati Banyuwangi periode 2005-2010, Ratna Ani Lestari. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi periode 2005-2010, Ratna Ani Lestari. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sebagai salah satu kandidat kabal Calon Bupati (Cabup) peserta Pilkada 2024, Dr. Ratna Ani Lestari, S.E., M.M, mengaku optimis akan kembali memimpin Banyuwangi, Jawa Timur.

“Saya yakin, Bismillah, akan memimpin lagi Banyuwangi, 2024-2029,” katanya, Kamis (9/5/2024).

Kepercayaan diri Bupati Banyuwangi periode 2005-2010 ini sepertinya memang cukup masuk akal. Pertama, bukan rahasia umum, wanita kelahiran 6 Desember 1965 tersebut hingga sekarang masih punya pendukung militan.

Kedua, lulusan S3 Doktor Ekonomi Universitas Brawijaya ini juga merupakan bupati perempuan pertama Bumi Blambangan yang mampu memenangkan Pilkada Banyuwangi atau Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi, meskipun hanya didukung oleh partai non parlemen. Dengan kata lain, kala itu pesonanya sudah terbukti mampu membungkam partai-partai besar.

“Saya pernah didukung 18 partai non parlemen dan menang. Ada 5 pasangan calon, dan saya memenangkan 49 persen suara,” ungkapnya.

Ratna, sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai Bupati Banyuwangi, yang pro Wong Cilik. Dimasa kepemimpinannya, dia tersohor dengan program sekolah dan pelayanan Kesehatan gratis.

Dan yang terakhir, ibu empat anak ini digadang-gadang sudah mengantongi surat rekomendasi dari salah satu partai politik besar. Bocorannya, partai pemberi rekom tersebut merupakan partai pemilik 7 kursi di DPRD Banyuwangi.

Disebut Sempat Tersandung Kasus Korupsi

Mantan Bupati Banyuwangi, Ratna Ani Lestari, ternyata bukan hanya menorehkan cerita indah melalui program sekolah dan pelayanan Kesehatan gratis untuk seluruh elemen masyarakat kabupaten paling ujung timur pulau Jawa.

Tapi di sisi lain dia disebut-sebut sempat tersandung kasus korupsi. Dan sebagai sosok pemimpin, dengan terang-terangan, kisah itu diakui oleh Ratna.

“Namanya resiko jabatan, resiko politik, dan itu sudah saya jalani,” cetus Ratna.

Ya, kebijakan terkait pembebasan lahan Bandara Banyuwangi, yang dinilai maladministrasi telah membuatnya harus menjalani hukuman. Meskipun dalam amar putusan tidak pernah disebutkan adanya kerugian negara.

“Jadi negara tidak pernah dirugikan. Kesalahan administrasi karena tidak adanya Appraisal atau juru taksir dalam penentuan harga lahan yang dibebaskan,” bebernya.

Diterangkan, kala itu harga yang dipatok Rp70 ribu per meter. Atau dibawah harga tanah pada umumnya kala itu, yakni Rp135ribu per meter. Keputusan terkait harga itu pun diambil bukan oleh Ratna sepihak. Melainkan melalui musyawarah yang diikuti oleh masyarakat dan jajaran Forpimda.

Melihat cerita tersebut, sebenarnya Ratna justru bisa disebut sebagai sosok bupati, yang rela mengorbankan diri demi mewujudkan adanya bandara di Banyuwangi. Yang selanjutnya bandara di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, tersebut menjadi salah satu roket kemajuan Bumi Blambangan.

Nostalgia Kejayaan Sepakbola Banyuwangi

Disampaikan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, SH, MH, era kepemimpinan Bupati Ratna juga menjadi masa kejayaan persepakbolaan Banyuwangi.

Kala itu, klub Persewangi, berhasil mengukir sejarah tertinggi. Persewangi mampu tampil di Divisi Utama.

“Saya saksinya. Kebetulan saat itu saya yang dipercaya menjadi Manajer Persewangi,” kata Michael.

Kehadiran Ratna Ani Lestari, dalam barisan kandidat bakal Cabup peserta Pilkada Banyuwangi atau Pilbup Banyuwangi, akan mematangkan demokrasi eluruh elemen masyarakat. Mengingat, dalam jelang coblosan lima tahunan tersebut sederetan putra terbaik Bumi Blambangan, berlomba mendaftar menjadi bakal Cabup. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES