Politik Pilkada 2024

Andi Harun Tekankan Populer dan Elektabilitas Tidak Cukup untuk Jadi Pemimpin Samarinda

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:16 | 13.21k
Wali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri diskusi “Menakar Figur Calon Wakil Wali Kota Samarinda di Pilkada 2024-2029”. (Foto: Dok Prokompim Samarinda for TIMES Indonesia)
Wali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri diskusi “Menakar Figur Calon Wakil Wali Kota Samarinda di Pilkada 2024-2029”. (Foto: Dok Prokompim Samarinda for TIMES Indonesia)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, SAMARINDAWali Kota Samarinda Andi Harun tekankan kepada masyarakat dapat lebih memahami pentingnya memilih pemimpin yang tidak hanya populer dan elektabilitas, tetapi juga memiliki integritas tinggi untuk memajukan Samarinda ke depan.

Hal ini disampaikan Andi Harun dalam diskusi bertema “Menakar Figur Calon Wakil Wali Kota Samarinda di Pilkada 2024-2029” yang diadakan di Cafe Setiap Hari Kopi Jalan Juanda pada Sabtu (8/6/2024) lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun membagikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi Kota Samarinda serta kriteria penting bagi calon pemimpin yang akan datang. 

Menurutnya, Samarinda masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Saat ini kota Samarinda sampai sekarang masih memiliki PR yang cukup banyak. Kita masih PR banjir, kita masih ada PR air, kita masih ada PR infrastruktur,” ujar Andi Harun.

Ia mengatakan bahwa walaupun dalam tiga tahun terakhir, ia telah melakukan berbagai upaya secara masif, namun persoalan ini telah berlangsung selama beberapa dekade.

“Kita butuh waktu untuk melakukan penyempurnaan dari program-program yang sudah ada,” ucapnya.

Andi Harun menambahkan bahwa ketika membahas politik Pilkada, ukuran yang digunakan adalah ukuran politik juga. Dalam menilai calon pendamping atau calon wali kota, terdapat tiga kriteria utama, yaitu popularitas, elektabilitas, dan integritas.

Ia menjelaskan bahwa popularitas dan elektabilitas penting untuk memenangkan hati rakyat, sementara integritas memastikan bahwa mereka dapat dipercaya untuk menjalankan tugas dengan baik dan jujur.

"Mengenai kriteria pendamping atau bahkan kriteria calon wali kota, orang biasanya mengetahui tiga hal yang paling umum, yaitu popularitas, elektabilitas, dan integritas. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemimpin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat," jelas Andi Harun.

Andi Harun kemudian membagi calon pendampingnya menjadi tiga kategori. Pertama, calon yang berasal dari partai politik. Kedua, figur publik yang tidak terafiliasi dengan partai. Ketiga, figur yang berasal dari birokrasi.

“Di Gerindra, ada 13 pendaftar dari partai politik, dan 5 dari luar partai. Totalnya ada 18. Dari malam ini bisa mengerucut menjadi 3 orang yang belum dimunculkan namanya agar tidak menimbulkan kegaduhan politik di Samarinda,” tambahnya.

“Saya bilang bagaimana semua calon ini memiliki kemampuan bersama dengan wali kota untuk memodifikasi masyarakat melalui visi. Di mana-mana kita membahas tentang elektabilitas tapi kita tidak mempertengkarkan soal fisik. Kita tidak ada sebuah program yang tidak berangkat dari gagasan,” jelasnya.

Andi Harun berharap bahwa pemimpin terpilih yang akan datang dapat melanjutkan dan meningkatkan estafet pembangunan yang telah dirintis selama ini. 

Andi Harun mengakui bahwa kinerja pemerintahannya telah menunjukkan perbaikan, namun masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan visi tersebut dengan baik dan efektif. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES