Politik Pilkada 2024

Gus Haris-Ra Fahmi Duet di Pilkada Kabupaten Probolinggo, Dewan Syuro PKB Bilang Begini

Senin, 01 Juli 2024 - 08:05 | 76.67k
Ketua Dewan Syuru PKB Kabupaten Probolinggo, KH Tauhidullah Badri (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Ketua Dewan Syuru PKB Kabupaten Probolinggo, KH Tauhidullah Badri (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menduetkan Gus Haris dan Ra Fahmi dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024. Gus Haris sebagai calon bupati, dan Ra Fahmi sebagai calon wakil bupati.

PKB merupakan parpol dengan perolehan suara terbanyak pada Pileg 2024. Partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama atau NU ini, mengoleksi 132.266 suara.

Posisi PKB disusul Partai Gerindra dengan perolehan 125.597 suara, dan Partai Golkar dengan perolehan 122.030 suara dalam Pileg 2024.

Namun ketika suara itu dikonversi menjadi kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo, Partai Golkar memperoleh kursi terbanyak. Partai beringin mendapatkan 10 kursi. Sedangkan PKB dan Gerindra masing-masing 9 kursi.

Mengapa parpol sebesar PKB menempatkan kadernya di posisi calon wakil bupati? Berikut keterangan dari Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Probolinggo, KH Tauhidullah Badri, yang disampaikan secara tertulis.

 PKB Partai Besar & Berjiwa Besar

(Menyikapi Langkah politik Lora Fahmi Menjadi N2)

Terlepas adanya pro dan kontra di internal kepengurusan PKB dan tanpa mengurangi penghormatan pada sahabat-sahabat yang menginginkan PKB Kabupaten Probolinggo sebagai peraih suara terbanyak untuk mengusung calonnya menuju N1.

Bahwa, keputusan PKB Kabupaten Probolinggo menyandingkan Lora Fahmi dengan Gus Haris (menjadi paslon N2) merupakan keputusan bijak, tepat, dan insyaallah akan membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Kebijakan ini menunjukkan PKB merupakan partai besar dan juga berjiwa besar. Tidak sekadar berpikir untuk diri atau kepentingan partai, tapi lebih mengedepankan kepentingan atau kemaslahatan umat.

Sesuai Kaidah Ushul Fiqih:

درء المفاسد مقدم علي جلب المصالح

"Menolak sesuatu yang mendatangkan mafsadah atau kerusakan, mengedepankan sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan."

Berharap dengan adanya kebersamaan dan adanya sinergi bukan saja beberapa kekuatan partai politik tapi juga kekuatan pondok-pondok dan para kiai di Kabupaten Probolinggo, insyaallah akan melahirkan persatuan. Dan dengan persatuan akan mampu mewujudkan kekuatan dan memberdayakan potensi untuk membangun Probolinggo yang lebih baik dan maju lagi pada masa yang akan datang. Dengan persatuan dan kebersamaan akan mendatangkan keberkahan dan pertolongan Allah SWT.

أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال: يد الله مع الجماعة

"Pertolongan Allah dalam kebersamaan atau persatuan".

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Makanlah bersama-sama dan jangan berpencar, sesungguhnya barakah itu bersama jama'ah."

Politik bukan hanya tentang kekuasaan atau jabatan, politik juga adalah bagaimana bisa memberi manfaat dan kemaslahatan bagi umat. Politik adalah bagaimana berkhidmat kepada umat, bangsa dan agama tanpa berambisi untuk raih jabatan atau kekuasaan. Berpolitik hendaknya berorentasi akhirat bukan kepentingan duniawi yang sesaat.

Teladan dari Cucu Rasulullah

Keteladanan yang sangat indah dicontohkan oleh Sayyidina Hasan, cucu terkasih Rasulullah, sikap politik beliau yang mengedepankan kemaslahatan umat, persatuan dan menghindari perpecahan.

Pada tahun 41 H di bulan Rabiul Awwal, Sayyidina Hasan menyerahkan kekuasaan kepada sahabat Nabi Muawiyah, setelah sebelumnya ada perseteruan di antara umat Islam karena ada krisis politik pada waktu itu.

Sikap beliau banyak yang tidak menyetujuinya, bahkan ada yang mencela. Sebagaimana diceritakan oleh Imam Jalaluddin Suyuthi, bahwa ada orang yang menghina dan sampai memanggilnya dengan “lelaki yang menghinakan umat Islam” atau “orang yang sudah menghinakan orang mukmin.” Ungkapan kekecewaan tersebut disikapi dengan bijak oleh beliau.

Jubair bin Nafir, seorang sahabat bertanya kenapa beliau berdamai dengan Muawiyah, Sayyidina Hasan menjawab, “Aku bukan orang yang menghinakan kaum mukmin, aku tidak suka membunuh di antara kalian lantaran berebut kekuasaan. Kendati pun semua orang Arab sudah berada di bawah telapak tanganku dan mau membelaku jika diperintahkan. Namun demi mencari ridla Allah, aku tidak akan membiarkan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara umat Rasulullah.”

Sikap beliau ini sesuai dengan sabda Rasulullah, sebagaimana disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Rasulullah bersabda:

إِنَّ ابْنِى هَذَا سَيِّدٌ وَلَعَلَّ اللَّهَ يُصْلِحُ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ فِى الصَّحِيحِ

“Rasulullah saw berkata: Anakku (cucuku) ini adalah seorang pemimpin, dan mungkin kelak Allah akan mendamaikan dua kelompok Muslim melalui dia.” (HR. Al-Bukhari).

PKB, lahir untuk umat dan tentunya kebijakannya harus mengedepankan kemaslahatan umat.

PKB, sebagai partai yang didukung dan dibesarkan oleh ulama, maka sikap PKB senantiasa patuh terhadap nasihat atau saran ulama, khususnya ulama  sepuh di Kabupaten Probolinggo. Karena dengan doa restu dan dukungan mereka, insyaallah Probolinggo akan lebih baik lagi, masyarakatnya akan lebih makmur, sejahtera dan diberkahi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES