Politik

Elektabilitas Pilkada Gresik 2024: Incumbent Dipepet Ketat Alif, Syahrul Tertinggal

Senin, 01 Juli 2024 - 15:48 | 20.65k
Peneliti Utama The Republik Institut Sufyanto. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).
Peneliti Utama The Republik Institut Sufyanto. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Semakin dekatnya Pilkada Gresik 2024 membuat dinamika politik terus berubah dan sangat dinamis. Termasuk dari sisi elektabilitas para bakal calon.

Lembaga Survei The Republik Institut, dalam risetnya mengungkap ada tiga tokoh yang elektabilitas bagus yakni incumbent Fandi Akhmad Yani, Asluchul Alif dan M Syahrul Munir.

Dalam survei yang dilakukan pada 1-10 Juni 2024 dengan 800 responden ada temuan menarik, salah satunya trend elektabilitas incumbent merosot sementara kompetitornya naik signifikan.

Peneliti Utama The Republik Institut, Sufyanto mengatakan hasil survei dengan margin eror 3,46% ini menunjukan elektabilitas Incumbent Yani dipepet Alif, sementara Syahrul Munir masih tertinggal. 

"Elektabilitas Gus Yani di angka 39,2%, Alif 31,9% dan Syahrul 8,7% dan yang masih belum memilih atau tidak tahu di kisaran 20,2%," katanya di Gresik pada Senin (1/7/2024).

Jika dibanding dengan survei pertama pada periode Desember 2023 hingga Januari 2024, elektabilitas Yani saat itu masih sangat tinggi yakni di angka 53,7%, kini 39,2%. Sementara, Alif saat itu elektabilitas hanya angka 8,1. 

Jika dibanding survei pertama dan kedua, kata dia, elektabilitas incumbent merosot. Sementara kompetitornya, Alif naik tajam dari 8,1% menjadi 31,9%.

"Sementara Syahrul belum tahu karena saat survei pertama belum terlihat," ujarnya.

Kenaikan signifikan elektabilitas Alif, kata Sufyanto dipengaruhi karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kenerja Incumbent hanya di kisaran angka 63%.

"Kinerja Yani sebagai kepala daerah dianggap kurang maksimal, apalagi di sektor infrastruktur dan lapangan kerja, dua itu yang paling disorot dan mempengaruhi elektabilitasnya," terangnya.

Selain itu, peneliti lulusan Universitas Airlangga ini mengungkap jika kehadiran Syahrul sebagai calon bupati juga tak bisa dianggap remeh.

Dia bisa menjadi kuda hitam pada Pilkada Gresik 2024. Apalagi kata Sufyanto, Syahrul merupakan Ketua Fraksi PKB yang telah ditugaskan oleh DPP untuk turun bersosialisasi kepada masyarakat.

"Saat ini elektabilitas Syahrul di angka 8,7 ini cukup tinggi, padahal baru muncul, hal itu dipengaruhi karena PKB adalah pemenang Pileg di Gresik dan menguasai kursi DPRD," ujarnya menanggapi elektabilitas di Pilkada Gresik 2024. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES