Positive News from Indonesia

Warisan Abadi KH Chamzawi: Doa, Buku, dan Keteladanan di UIN Maliki Malang

Jumat, 22 September 2023 - 23:24 | 47.30k
Peringatan 40 Hari wafatnya KH Chamzawi ditandai dengan peluncuran buku tentang almarhum. (Foto: TI PHOTO NETWORK)
Peringatan 40 Hari wafatnya KH Chamzawi ditandai dengan peluncuran buku tentang almarhum. (Foto: TI PHOTO NETWORK)

TIMESINDONESIA, MALANG – Jumat, 22 September 2023, pukul 13.30. Ruang teater Fakultas Humaniora di kampus UIN Maliki Malang berubah menjadi sebuah tempat sakral.

Saat ruangan, aroma wangi menyebar pelan. Menyatu dengan melodi doa yang mengalun lembut. Suasana ini bukan sekadar acara, tapi sebuah perenungan kolektif; mengenang, merayakan, dan belajar dari sang guru, KH. Chamzawi Bin Syaechon.

Ketika Doa Menjadi Melodi: Sepotong Legenda, Sejuta Inspirasi

"Sabar, qonaah, zuhud, ikhlas, kitmanu sirrin, dan sa'atu sodrin," kata Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, rektor UIN Maliki Malang, saat memberi sambutan dalam peringatan 40 Hari Wafat KH Chamzawi sekaligus peluncuran bukunya.

Ia pun mengutip Al Ghazali tentang tujuh sifat luhur yang tersemat dalam karakter almarhum KH. Chamzawi. Rektor ini berbicara bukan hanya sebagai pemimpin akademik, tetapi juga sebagai penerus spiritualitas yang memayungi kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Semua sifat itu melekat ke Almarhum. Lengkap semuanya, " tandasnya.

Karenanya Prof Zainuddin memandang bahwa sosok Kiai Chamzawi merupakan pribadi yang sangat lengkap. "Jadi judul buku untuk beliau ini sudah sangat pas. Sosok yang Mukhlis dan pengayom umat," katanya.

Memetik Hikmah dari Lembaran Kertas

Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., atau Gus Is, berujar senada. Gus Is menerobos keriuhan emosi dengan kata-kata yang tajam dan membumi.

"Dia adalah Syakur, pelopor, dan pejuang," Gus Is berbicara sambil mata dan hati menatap jauh, seakan melihat sosok KH. Chamzawi hadir di tengah-tengah acara.

Peluncuran buku "Guru Mukhlis, Pengayom Umat: Khidmah dan Keteladanan KH. Chamzawi Bin Syaechon" bukan hanya sebuah publikasi. Tapi juga sebagai ikon karya intelektual dan spiritual. Buku ini diharapkan menjadi lintasan memori yang tetap hidup, membimbing kita dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Ketika mengakhiri sambutan, Prof. Zainuddin berpesan yang hangat. "Semoga kita semua yang masih hidup diberi kekuatan untuk meneladani kebaikan almarhum. Insyallah, surga menjadi tempat beliau kembali," tuturnya.

KH. Chamzawi mungkin telah berpulang, namun lampu keteladannya tetap menyala. Menerangi ruang kelas, koridor kampus, dan yang paling penting, lubuk hati kita. Di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sang guru masih terus mengajar, meski hanya dalam kenangan yang menginspirasi.

Dalam peluncuran itu santri, sahabat dan kolega almarhum hadir. Tanpak stafsus Wapres KH Robikin Emhas, anggota DPRD Jatim Hikmah Bafaqih, rois syuriah PCNU Kota Malang Prof KH Muhtadi Ridwan, Prof Kasuwi Saiban, para dosen UIN Malang, serta pengurus PCNU dari MWC hingga ranting. Semua hadir menyaksikan dan merasakan keagungan Kiai Chamzawi.
(*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES