Peristiwa Daerah

Mahasiswa Unikama Kembangkan Wisata Sumber Awan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 15:24 | 86.67k
Mahasiswa Unikama Kembangkan Wisata Sumber Awan
Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, M.Si, mengunting pita menandai peresmian fasilitas tambahan di wisata alam Sumber Awan, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (6/8/2017).(Foto: Cindy Aisyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata (KKN) universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bersama Komunitas Pemuda Sumber Awan melakukan inovasi pengembangan wisata alam Sumber Awan yang ada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pengembangan berupa penambahan spot-spot foto yang terbuat dari limbah sandal dan pemasangan gazebo di beberapa titik.

Meski terlihat sederhana, adanya spot foto  semakin membuat pengunjung suka dan nyaman karena ada gazebo untuk beristirahat.

Mahasiswa-Unikama-Kembangkan-Wisata-Sumber-Awan-BROF75.jpgMahasiswa KKN Unikama berfoto bersama di area spot foto yang mereka buat di wisata alam Sumber Awan, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (6/8/2017).(Foto: Cindy Aisyah/TIMESIndonesia)

Fasilitas baru ini secara simbolis diresmikan oleh Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, M.Si, Minggu (06/08/17).

Diawali dengan pemotongan pita,  Rektor Unikama melanjutkan ddengan berkeliling memantau hasil kerja dari kelompok 8 ini dan berswafoto dengan para mahasiswa.

"Inovasi ini diharapkan menjadikan lokasi wisata ini lebih menarik dan lebih memikat pengunjung dan bermanfaat untuk pengembangan wisata Sumber Alam ini sendiri," kata Pieter Sahertian.

Doni Dwi Samsul Arifin,  selaku Ketua kelompok 8 menjelaskan, ada lima program kerja dalam KKN kali ini.  Mulai dari pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) sandal dan makanan yakni pembuatan keripik dari bonggol pisang, pengembangan candi Sumber Awan bagian atas dan bagian bawah, program kerja PKK dan program kerja karang taruna.

Kelompok 8 yang terdiri dari 24 mahasiswa dibagi menjadi  5-6 orang pada masing-masing program kerja.

Doni berharap agar Perhutani dan Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) bisa menjaga apa sudah dilakukan oleh kelompok 8  pada Wisata Candi Sumber Awan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

TERBARU

KOPI TIMES