Pendidikan

Prodi Agroteknologi Unej Kembangkan Biopestisida Ramah Lingkungan untuk Gantikan Pestisida Sintetik

Selasa, 08 Desember 2020 - 10:20 | 109.85k
Mahasiswa Prodi Agroteknologi Unej melakukan pengemasan biopestisida jamur dalam bentuk serbuk. (FOTO: M. Iqbal/TIMES Indonesia)
Mahasiswa Prodi Agroteknologi Unej melakukan pengemasan biopestisida jamur dalam bentuk serbuk. (FOTO: M. Iqbal/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JEMBER – Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Jember (Unej) menjadi salah satu pemenang dalam Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang diadakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek-BRIN). Di program ini, Prodi Agroteknologi fokus mengembangkan produksi biopestisida jamur patogen serangga untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik oleh petani di Jember.

Hari Purnomo, Kaprodi Agroteknologi dan Ketua Pengelola PPUPIK Fakultas Pertanian Unej mengatakan pihaknya memilih biopestisida jamur patogen serangga dalam mengajukan hibah pada PPUPIK Kemenristek-BRIN.

Advertisement

“Dengan adanya hibah tersebut, produk kampus yang telah sedia dapat disebarkan dan distribusikan serta diaplikasikan pada masyarakat,” kata Hari kepada TIMES Indonesia saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (8/12/2020).

Pestisida-Sintetik.jpg

Hari beserta tim yang berjumlah empat orang dosen dan dua orang mahasiswa, telah memiliki prototipe biopestisida jamur patogen serangga yang sudah siap diproduksi dan diperkenalkan pada petani.

“Kebetulan kami telah memiliki prototipe biopestisida. Biopestisida itu adalah pestisida yang berbahan aktif dari hayati (alami). Yaitu pestisida yang bahan aktifnya dari organisme hidup, dari mikroba jamur,” ujarnya.

Terdapat dua macam prototipe biopestisida yang diproduksi. Yakni formulasi berbahan tepung atau serbuk dan satunya berbahan cairan.

“Formulasi biopestisida itu berasal dari jamur Beauveria bassiana dan jamur Metarhizium anisopliae, yang kami beri nama Bebas dan Metar. Dua pestisida ini adalah pestisida yang bisa membunuh sebagian besar serangga hama yang menyerang pada tanaman pertanian,” terangnya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam seminggu pihaknya mampu memproduksi biopestisida tepung atau serbuk mencapai 10 kg. Sementara untuk biopestisida cair dalam dua minggu dapat memproduksi 10 liter.

Pestisida-Sintetik-2.jpg

PPUPIK ini merupakan program yang dilaksanakan di kampus, sehingga pelaksanaannya bermitra dengan Kepala UPT Agrotechnopark Unej, Usmadi.

“UPT Agrotechnopark adalah UPT yang memang menjadi tempat bagi hilirisasi hasil riset dosen di Universitas Jember, dalam hal ini UPT Agrotechnopark memfasilitasi kami tim riset dengan bangunan, kantor, yang nanti kami gunakan sebagai mini pabrik dari produksi biopestisida itu, dan itu sudah ada,” jelas Hari.

Saat ini UPT Agrotechnopark juga menjual biopestisida kepada petani kecil.

“Dalam masa pandemi ini kami meningkatkan kerja sama dengan petani, menjadi semacam reseller. Di samping petani juga mendapatkan penyuluhan dari kami, bagaimana memproduksi pestisida hayati,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala UPT Agrotechnopark Unej, Ir. Usmadi MP. mengatakan pihaknya siap mendukung program pengembangan biopestisida untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik untuk petani Jember. “Selain itu tujuan kami adalah menjadi mitra untuk menginisiasi pertumbuhan bisnis, khususnya di bidang biopestisida. Harapannya nanti bisa menjadi salah satu unit bisnis di UPT ini,” tambahnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES