Peristiwa Daerah

Berhasil Tangani Kasus Covid-19, Sepekan BOR SKB Kota Malang Kosong

Kamis, 17 Maret 2022 - 16:37 | 39.96k
Terlihat Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko saat meninjau para pasien Covid-19 di Isoter SKB Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Terlihat Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko saat meninjau para pasien Covid-19 di Isoter SKB Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANGKota Malang nampaknya telah berhasil menangani Covid-19. Sebab, kasus Covid-19 secara harian kini telah turun drastis sejak beberapa pekan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan bahwa penambahan kasus harian per tanggal 16 Maret 2022 kemarin hanya berkisar 48 orang saja.

Advertisement

Hal itu terbilang menurun drastis dibandingkan pada awal tahun 2022 yang dimana kasus harian di Kota Malang bisa tembus hingga 400 kasus positif Covid-19 per hari. "Sebelumnya kan kasus harian bisa 100, 200 sampai 400 kan. Kemarin (16/3/2022) sudah 48," ujar Husnul, Kamis (17/3/2022).

Selain itu, kini kasus aktif yang telah tercatat oleh Dinkes Kota Malang hanya berkisar 665 orang saja. Jumlah tersebut turun berkali-kali lipat dengan data di awal tahun 2022 yang mencapai 3.000an kasus aktif Covid-19.

"Kasus aktif itu 665 dengan yang isoman (isolasi mandiri) 500. Angka kesembuhan 93,4 persen. Angka kematian 4,2 persen dan kasus aktif ini tinggal 2,3 persen," ungkapnya.

Di sisi lain, fakta keberhasilan penanganan Covid-19 di Kota Malang selain kasus harian Covid-19 yang mulai melandai, keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Malang sudah terlihat berkurang banyak.

Pertama, untuk keterisian IGD di 11 RS Rujukan Covid-19 Kota Malang, saat ini sudah nol pasien Covid-19. Kemudian, untuk ICU yang menampung pasien gejala berat dengan penurunan kondisi yang mulai membaik kini hanya berkisar 42,59 persen saja.

"Jadi kalau keterisian BOR yang khusus ditempat warga Kota Malang hanya 9,32 persen saja," katanya.

Apalagi, dua tempat isolasi terpusat (isoter) di Kota Malang, saat ini sudah minim sekali pasien Covid-19. Untuk Rumah Sakit Lapangan (RSL) Idjen Boulevard hanya menampung sekitar 24 pasien Covid-19 dengan total tempat tidur yang tersedia 320 tempat.

Lalu, untuk gedung SKB Kota Malang yang kini berfungsi sebagai tempat isoter, sudah satu minggu atau 7 hari kebelakang hingga Kamis (17/3/2022) hari ini tak ada pasien Covid-19.

"SKB kosong, nol persen sudah masuk hari ke 7 sekarang. Tapi masih terus diperpanjang operasionalnya. Sampai nanti kita evaluasi, jika tak ada pasien terus, kita akan sampaikan ke Wali Kota gimana kelanjutannya," jelasnya.

Penyebab melandainya kasus Covid-19 di Kota Malang, kata Husnul, terdapat dua faktor. Diantaranya, pertama sudah sadar untuk tidak melanggar protokol kesehatan (prokes). Kedua, dengan capaian vaksinasi Covid-19 pada dosis pertama dan kedua sudah melampaui 100 persen.

"Dengan dua ini, pencegahan yang paling efektif. Sudah vaksin lengkap, sudah ada yang booster juga. Kalau terpapar (Covid-19), dia gak sakit gak perlu ke RS (Rumah Sakit), cuma di rumah saja bisa isoman," tuturnya.

Namun, untuk masuk ke dalam masa pra endemi yang mulai digadagang-gadang, Husnul menyampaikan, keputusan tersebut dilakukan secara Nasional bukan per daerah atau regional.

Sebab, pemerintah pusat masih perlu memantau satu per satu daerah untuk mengetahui kondisi perkembangan Covid-19 di kawasan masing-masing. "Tapi persiapan kita tetap, yakni vaksin kita laksanakan dan edukasi masyarakat untuk prokes. Sekalipun endemi, prokes tetap dilaksanakan," tandas Kepala Dinkes Kota Malang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES