Advertisement
Religi

Kisah Salat Tarawih Kilat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar, Ada Sejak Puluhan Tahun 

Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar terus melestarikan salat tarawih kilat. Salat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat ...

TIMES Indonesia,
Kisah Salat Tarawih Kilat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar, Ada Sejak Puluhan Tahun 
Warga mengikuti salat tarawih jamaah di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan Udanawu, Rabu (29/3/2023) malam. (Foto: Sholeh/Times Indonesia)
A-AA+

BLITAR Pondok Pesantren (Ponpes Mambaul Hikam) di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar terus melestarikan salat tarawih kilat. Salat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat salat witir hanya berlangsung 7 menit. 

Ponpes Mambaul Hikam merupakan salah satu pondok tua di Kabupaten Blitar yang didirikan oleh KH. Abdul Ghofur pada tahun 1907. Di Ponpes yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri itu salat tarawih kilat sudah berlangsung sejak ponpes berdiri. Kini, Ponpes tersebut memiliki ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia.

Advertisement

"Tradisi salat tarawih cepat ini sudah berlangsung lama. Dicetuskan oleh kakek saya pendiri pondok ini," kata KH Muhammad Dliya'uddin Azzamzam, cucu KH. Abdul Ghofur sekaligus Pengasuh Ponpes Mamba'ul Hikam, Rabu (29/3/2023).

KH Dliya'uddin menceritakan, awal mula salat tarawih kilat dicetuskan oleh kakeknya, KH Abdul Ghofur. Beliau menyebarkan Islam pertama kali di wilayah Udanawu dan sekitarnya. 

Pada jaman dahulu, Dikatakannya, warga di Udanawu mayoritas adalah petani. ketika mengikuti salat tarawih di bulan Ramadan, warga mengeluhkan jika tarawih lama. Sementara warga pingin punya waktu untuk kumpul keluarga usai bertani di sawah.

Keluhan itu tak hanya 1 atau 2 orang saja, tetapi hampir semua warga yang menjadi jamaah tarawih. Akhirnya Kh Abdul Ghofur pun mengubah ritme tarawih dengan mempercepat.

"Sejak tarawihnya dipercepat lambat laun jamaahnya bertambah. Bahkan semakin banyak. Orang yang sebelumnya tak salat tarawih ikutan tarawih. Inilah cara ulama dulu untuk mengajak warga mau salat tanpa mengurangi maknanya," katanya. 

Advertisement

KH Dliya'uddin menjelaskan, salat tarawih yang dilaksanakan sama seperti tarawih pada umumnya. Baik jumlah rakaat hingga bacaannya. Imam salat tarawih membacakan surat Alfatihah dan surat-surat pendek. Hanya saja lafalnya dipercepat. Termasuk mempercepat bacaan doa rukun salat. 

"Semua dilaksanakan rukun-rukunnya. Juga, sarat tumakninah terpenuhi. Artinya tidak ada yang salah, sesuai syariat dan tuntunan agama. Hanya saja bacaan dan gerakannya dipercepat," jelasnya. 

Para jamaah salat tarawih di Ponpes Mambaul Hikam di Mantenan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitarpun kini semakin banyak. Tak hanya dari Blitar melainkan juga dari Kediri. Sebagian besar adalah jamaah lama yang memang sudah langganan. Ada juga sebagai jamaah yang mengikuti salat tarawih karena penasaran.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Sholeh
PenulisMuhammad SholehBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia