Religi TIMES Ramadan

Inilah 3 Tanda Puasa Ramadan Umat Muslim Akan Diterima Allah

Minggu, 09 April 2023 - 08:03 | 75.51k
Ilustrasi bulan Ramadan.
Ilustrasi bulan Ramadan.
FOKUS

TIMES Ramadan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tanda Puasa Ramadan diterima serta seluruh amalanya oleh Allah menjadi satu teka-teki penting yang secara umum memang menjadi rahasia Allah. Sebagai umat muslim tentunya pemahaman mengenai bagaimana tanda tersebut menjadi satu aspek penting yang perlu dipahami.

Perintah untuk menjalankan ibadah puasa tentu merupakan bagian penting yang wajib untuk semua umat muslim lakukan, baik laki-laki dan perempuan. Hal ini juga sesuai dengan ayat Al Baqarah Ayat 183 untuk menjadi dasar utama perintah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Advertisement

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Proses melaksanakan ibadah puasa tersebut tentunya telah ditetapkan melalui berbagai aturan penting sesuai tuntunan agama. Sebab ibadah ini tidak hanya sekedar menahan diri dari lapar serta dahaga, akan tetapi juga menahan nafsu serta penyakit hati.

Semua perintah serta kewajiban yang Allah berikan kepada seluruh umat muslim tentunya akan diterima atau tidak merupakan hak Allah dan tidak ada yang bisa mengetahuinya.

Misalnya dalam ibadah bulan suci puasa, akan tetapi setidaknya ada Tanda Puasa Ramadan diterima yang bisa menjadi gambaran utama bagi seluruh umat muslim.

Inilah Ciri dan Tanda Puasa Ramadan diterima Allah SWT

Ada banyak riwayat yang menerangkan dari para ulama mengenai apa saja tanda yang bisa menjadi pertimbangan khusus mengenai diterima atau tidaknya ibadah puasa yang dilakukan oleh seluruh umat muslim oleh Allah.

Meski semua riwayat dari para ulama Ahlussunah Wal Jamaah ini tidak bisa menjadi hakikat kebenaran akan tetapi semua Tanda Puasa Ramadan diterima memiliki kesamaan secara umum. Berikut ulasannya.

Meningkatnya Nilai Akhlak Seorang Muslim

Aspek pertama yang perlu diperhatikan mengenai tanda puasa seorang muslim diterima oleh Allah adalah menigkatnya kualitas akhlak mulia. Peningkatan akhlak mulia ini menjadi satu mekanisme utama yang menjadi urgensi untuk menggapai rahmat Allah dan secara otomatis menjadi salah satu tanda ibadah puasa diterima.

Tanda Puasa Ramadan diterima juga diperkuat dengan apa yang telah disampaikan oleh Ibnu Athaillah As-Iskandari dalam karangan Kitab Al-Hikam,

“Man wajada tsamrata amalihi ajilan fahuwa dalilun ala qabulihi ‘ajilan.”

Yang artinya, “Barangsiapa mendapatkan buah amalnya di dunia, maka itu menjadi petunjuk diterima amalnya di akhirat.”

Melalui penjelasan ini maka bisa diambil kesimpulan bahwa salah satu nilai penting umat muslim dalam mendapatkan ridha Allah dalam bentuk diterimanya amal ibadah puasa tentunya memiliki peningkatan amal baik. Contoh amal baik ini bisa dilihat dari seringnya sedekah dan berbagi.

Kemampuan Menahan Nafsu
Tanda Puasa Ramadan diterima yang kedua tentunya peningkatan diri dalam menahan nafsu. Apalagi selama bulan Ramadan memang perintah menahan nafsu tidak hanya berdasar pada lapar dan dahaga, akan tetapi juga proses untuk bisa menghindari hal-hal maksiat.

Nilai-nilai nafsu ini bisa terbagi dalam beberapa bagian penting, mulai dari nafsu untuk menahan diri dari penyakit hati, mulai dari iri, dengki, serta hasut.

Jika dalam pelaksanaan ibadah puasa atau bahkan setelahnya seorang muslim masih belum mampu menahan nafsunya maka indikasi ibadah puasa diterima oleh Allah sangat tidak mungkin.

Akan semakin jelas terlihat bahwa ibadah puasa tersebut diterima tentu setelah pelaksanaan ibadah puasa usai maka muslim tersebut masih mempertahankan proses pengendalian diri dari nafsu tersebut bahkan cenderung semakin meningkat.

Konsistensi Ibadah Saat Ramadan dan Sesudahnya

Tanda Puasa Ramadan diterima oleh Allah yang terakhir adalah konsistensi untuk melakukan amalan serupa pada saat pelaksanaan ibadah puasa dan setelanya. Proses ukuran konsistensi ini tentu bisa menjadi pijakan utama muslim terkait keihlasan menjalankan ibadah puasa karena Allah.

Apabila hasrat untuk beribadah seperti mengaji, tahajjud, hingga amalan lain meningkat pesat saat Ramadan akan tetapi menurun pada saat bulan suci selesai maka indikasinya umat muslim tersebut hanya beribadah untuk mendapatkan pahala akan tetapi bukan untuk meraih ridha Allah.

Semua Tanda Puasa Ramadan diterima diatas memang hanya ukuran yang mungkin akan lebih dekat dengan apa yang memang Allah lakukan bagi semua umat muslim ketika melakukan ibadah.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES