Religi

Jangan Kalap Saat Lebaran, Ini Adab Makan Menurut Hadits dan Al Quran

Jumat, 21 April 2023 - 12:34 | 88.65k
Ilustrasi makanan saat lebaran atau Hari Raya Idul Fitri (FOTO: Unsplash.com)
Ilustrasi makanan saat lebaran atau Hari Raya Idul Fitri (FOTO: Unsplash.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tiba, banyak sekali makanan. Baik berupa kue atau lauk seperti daging dan sejenisnya.

Banyaknya makanan tersebut bisa dijumpai di rumah, atau saat saat bersilaturahmi ke sanak saudara.

Meskipun banyak sekali makanan yang ditawarkan, namun sebaiknya kita tidak kalap dan menyantap apapun yang kita sukai.

Meskipun selera makan sedang enak, dan makanan berlimpah, sebaiknya jangan sampai berlebihan.

Sebab apapun yang berlebihan tidak baik untuk diri sendiri. Termasuk makan berlebih tidak baik untuk kesehatan.

Jauh sebelum ilmu kesehatan ada, Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW sudah memberikan tuntunan tentang pola makan yang baik.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 172 sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ  

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS. Al Baqarah : 172).

Jadi pertama yang perlu diperhatikan adalah, makan yang dikonsumsi dipastikan makanan yang baik.

Makanan baik tersebut yakni baik secara syar'i. Dimana makanan itu diperoleh dengan cara halal, dan dimasak dengan cara yang baik pula, serta halal dalam pandangan Islam.

Sementara dari sisi kesehatan, makanan tersebut bersih, bergizi dan tidak membahayakan tubuh.

Selain makanannya harus baik. Islam juga mengingatkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi sesuatu.

Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

 وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ  

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A’raf : 31).

Sehingga dengan begitu, umat Islam yang lagi merayakan Idul Fitri tidak boleh kalap meskipun sedang banyak makanan.

Kita harus tetap mengikuti anjuran Nabi Muhammad SAW tentang batasan saat kita makan.

Nabi Muhammad SAW pernah memberikan ilustrasi tentang ukuran makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan dengan membagi tiga bagian perut. Dimana sepertiga untuk tempat makanan, sepertiga lagi untuk tempat air dan sepertiga yang lain untuk udara atau bernafas. (HR Al Hakim).

Dikutip TIMES Indonesia dari YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan, bahwa pola makan yang benar telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

"Cara makan nabi itu indah. Tidak makan kecuali terasa lapar. Kalau makan sebelum kenyang sudah berhenti," kata Buya Yahya.

Sementara kebanyakan orang kata Buya Yahya, makan meskipun sudah kenyang. "Sehingga super kenyang," jelasnya.

Itulah penjelasan tentang adab pola makan yang diajarkan oleh Hadits Nabi Muhammad SAW dan Al Quran. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES