Religi

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-11: Meninggal Dunia Seperti Bayi Baru Lahir

Kamis, 21 Maret 2024 - 18:29 | 62.90k
Ilustrasi shalat Tarawih di masjid. (FOTO: Bing AI)
Ilustrasi shalat Tarawih di masjid. (FOTO: Bing AI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pada Kamis (21/3/2024) malam ini, umat Islam di Indonesia memasuki malam ke-11 Ramadan 1445 H. Momen ini menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk melaksanakan Shalat Tarawih malam ke-11.

Selain pahala berlimpah, Shalat Tarawih malam ke-11 memiliki keutamaan istimewa. Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan, 

وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ

"Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya."

Keutamaan ini menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk kematian. Kematian adalah misteri, tak ada yang tahu kapan dan bagaimana ajal akan menjemput.

Meskipun terkesan menyeramkan, analogi "meninggal seperti bayi baru lahir" mengandung makna positif. Bayi yang baru lahir terlahir bersih tanpa dosa. Kematian dalam keadaan suci dan bersih dari dosa merupakan harapan setiap Muslim.

Meninggal Dunia Sebelum Baligh: Surga Menanti

Keutamaan ini tak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang belum baligh dan meninggal dunia. Dalam Islam, anak-anak yang meninggal sebelum baligh dijamin masuk surga.

Hal ini dijelaskan dalam hadits Aisyah ra., "Rasulullah diundang untuk melayat jenazah seorang anak kecil dari kalangan Anshar. Aku (Aisyah) berkata, ‘Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya anak ini. Ia salah satu burung di antara burung-burung surga. Ia tidak pernah berbuat keburukan dan belum pernah menemuinya.’"

Rasulullah bersabda, “Apakah engkau tahu yang selain itu, wahai Aisyah? Sesungguhnya Allah menciptakan penghuni surga yang telah Dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah mereka pula. Dan Dia menciptakan penghuni neraka yang telah Dia tetapkan untuknya saat mereka masih berada di tulang sulbi ayah-ayah mereka pula.” (H.R. Ibnu Majah).

Anak-anak yang meninggal sebelum baligh akan diasuh oleh Nabi Ibrahim as. dan istrinya Sarah di sebuah gunung di surga. Mereka dijamin tidak akan kelaparan, kehausan, dan semua kebutuhannya terpenuhi.

Pada hari kiamat, mereka akan dikembalikan kepada orangtuanya. Dalam sebuah hadits Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw. bersabda, “Anak-anak kaum muslimin itu berada di sebuah gunung di surga. Mereka diasuh Ibrahim dan Sarah sampai mereka dikembalikan kepada ayah-ayah mereka pada hari kiamat.” (Shahih Al-Jami’).

Pesan Moral dan Hikmah

Keutamaan Shalat Tarawih malam ke-11 dan keistimewaan anak-anak yang meninggal sebelum baligh mengandung pesan moral dan hikmah penting.

Pertama, kematian adalah hal yang pasti. Mempersiapkan diri dengan amal saleh dan menjaga kesucian diri menjadi keharusan bagi setiap Muslim.

Kedua, kematian bukan akhir. Bagi anak-anak yang meninggal sebelum baligh, surga menanti mereka.

Ketiga, Shalat Tarawih bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momen untuk merenungkan kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Malam ke-11 Ramadan menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kematian adalah misteri, namun dengan persiapan dan keimanan yang kuat, Muslim dapat menyambutnya dengan tenang dan damai. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES