Religi TIMES Ramadan

Raih Keutamaan Melewati Shiratal Mustaqim Secepat Halilintar dengan Tarawih Malam ke-27

Sabtu, 06 April 2024 - 19:00 | 19.80k
Ilustrasi jembatan lurus Shiratal Mustaqim yang akan dilalui oleh manusia di akhirat. (FOTO: Akademi AI/TI)
Ilustrasi jembatan lurus Shiratal Mustaqim yang akan dilalui oleh manusia di akhirat. (FOTO: Akademi AI/TI)
FOKUS

TIMES Ramadan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di tengah kesibukan Ramadan, jangan lupa menunaikan shalat Tarawih. Pada malam ke-27, ada keutamaan istimewa menanti: dimudahkan melewati Shiratal Mustaqim secepat halilintar!

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan khusus di malam-malam Ramadan. Disebut Tarawih karena di sela-sela rakaatnya terdapat jeda untuk duduk dan beristirahat.

Selain pahala berlimpah, Tarawih juga menawarkan ampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (shalat tarawih) karena iman dah hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Jamaah dari Abu Hurairah).

Keutamaan Tarawih Malam ke-27

Setiap malam Tarawih memiliki keistimewaan tersendiri. Pada malam ke-27, Allah SWT memberikan keutamaan luar biasa:

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ.

Artinya: "Pada malam yang ke-27 ini, di hari kiamat bagi ia yang melaksanakan tarawih maka akan melewati jembatan (shirathal mustaqim) dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar."

Di balik gemerlap dunia, terbentang sebuah jembatan bernama Siroth, simbol keadilan dan kebenaran yang menanti setiap manusia di hari akhir. Jembatan ini bukan mitos, melainkan realitas yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, membangkitkan rasa takut sekaligus harapan.

Siroth digambarkan sebagai jembatan yang tipis dan tajam bagai pisau, terbentang di atas neraka Jahannam. Di setiap posnya, manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya di dunia.
Tujuh Golongan dan Kecepatan Melewati Siroth
Berdasarkan kitab Syu'abul Iman karya Imam al-Baihaqi, terdapat tujuh golongan orang yang melewati Siroth dengan cara berbeda-beda:

Ash-Shiddiquun (Orang-orang yang jujur): Melewati Siroth dengan kecepatan kilat.

Al-'Alimuun (Orang-orang yang 'alim): Melewati Siroth dengan kecepatan angin yang bertiup kencang.

Al-Budala'u (Orang-orang yang dikasihi Allah SWT): Melewati Siroth bagai burung terbang.

Syuhada (Orang-orang yang mati syahid): Melewati Siroth dengan kecepatan bagai kuda.

Al-Hujjaj (Orang-orang yang melaksanakan haji): Berjalan menyeberangi Siroth selama satu hari penuh.

Al-Muthii'un (Orang-orang yang taat): Melewati Siroth selama satu bulan.

Al-'Aashuun (Orang-orang yang durhaka): Berjalan di atas Siroth dengan gemetar, tergelincir, dan terjatuh ke dalam neraka.


Hakikat dan Hikmah Siroth

Keberadaan Siroth mengingatkan manusia tentang konsekuensi perbuatannya. Kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, dan setiap amal akan dibalas di akhirat.
Kutipan Al-Qur'an dan Hadits tentang Siroth

Surah Maryam ayat 71:


وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ٧١

Artinya: "Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (shirath di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan."

Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim:

"Tempat yang licin hingga mudah terpeleset."

Pesan Penting bagi Umat Islam

Kisah Siroth memotivasi umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan amal saleh, memperbanyak ibadah, dan memohon ampunan Allah SWT. Termasuk dengan Shalat Tarawih malam ke-27 Ramadan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES