Tekno

Elon Musk Ancam Gagalkan Kesepakatan Pembelian Twitter, Ini Alasannya

Rabu, 08 Juni 2022 - 03:07 | 64.05k
Elon Musk Ancam Gagalkan Kesepakatan Pembelian Twitter, Ini Alasannya
Elon Musk. 

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Diketahui beberapa minggu terakhir jagad araya digemparkan dengan kabar akan dibelinya Twitter oleh Elon Musk. Namun, pendiri perusahaan Tesla ini baru-baru ini dikabarkan mengancam pihak Twitter jika mereka urung atau tak dapat memenuhi syarat yang diajukannya.

Dilansir dari Reuters, Elon Musk mengajukan beberapa persyaratan sebelum mengakuisisi perusahaan tersebut. Salah satunya yakni Twitter wajib menyediakan data dari spam dan akun palsu yang dicarinya.

Elon Musk bahkan secara terang-terangan melayangkan surat ke pihak Twitter melalui pengacaranya. Surat yang dilayangkan Musk kepada Kepala Hukum pihak Twitter yakni Vijaya Gadde disinyalir telah melanggar kebijakan twitter.

"Twitter sudah dan akan terus secara kooperatif membagikan informasi dengan Musk untuk menyempurnakan transaksi sebagai salah satu bentuk persyaratan persetujuan merger," ungkap Twitter melalui rilis.

Menurut Elon Musk, setidaknya 20 persen dari pengguna Twitter merupakan robot pengirim spam. Elon Musk akan menyetujui kesepakatan jual beli ini jika pihak Twitter mampu menunjukkan data bahwa akun robot pengirim spam yang ada di aplikasi ini kurang dari 5 persen.

Unuk menjawab hal ini, Elon Musk juga berencanaakanmengadakan penelitian mandiri dan tidak menggantungkan hasilnya ke Twitter. Musk tidak mempercayai metodology percobaan yang dilakukan oleh Twitter karena diduga masih nayaknya kekurangan informasi yang layak tentang bagaimana robot spam tersebut dicipatakan.

Namun para pengamat beranggapan bahwa hal ini merupakan strategi Elon Musk untuk menurunkan harga saham Twitter. Diketahui, saat ini harga saham Twitter per lembar mencapai $ 54.20. Para investor bertaruh bahwa Elon Musk akan berhasil membeli aplikasi sosial ini dengan harga lebih murah atau memilih menggagalkannya saja. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES