Tekno

Riset Prof David Gunkel Ungkap AI Gantikan Jutaan Pekerja, Akademi AI Indonesia: Jangan Takut, Lihat Peluangnya

Senin, 29 Mei 2023 - 09:17 | 286.59k
Ilustrasi pekerjaan kantor.
Ilustrasi pekerjaan kantor.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – dir="ltr">Artificial Intelligence (AI) terus berkembang dengan pesat dan mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk cara kita bekerja. Profesor David Gunkel, ahli dari departemen komunikasi Northern Illinois University, AS, baru-baru ini menyelesaikan sebuah penelitian mendalam tentang dampak AI pada berbagai profesi.

Riset Gunkel menunjukkan bahwa AI telah mulai menggantikan tenaga manusia di sejumlah bidang, terutama di dunia konten dan media. "AI telah menggantikan tenaga manusia di banyak bidang pembuatan konten lainnya seperti copywriting, jurnalisme, penulisan SEO, dan sebagainya," kata Gunkel sebagaimana dilansir TIMES Indonesia dari CNN International.

Berdasarkan penelitian tersebut, Gunkel mengungkap bahwa AI tidak hanya mempengaruhi pekerjaan di bidang teknis, tetapi juga dalam bidang yang biasanya dianggap membutuhkan sentuhan kreatif manusia. Meskipun ada anggapan bahwa AI tidak dapat menggantikan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas manusia, temuan Gunkel menunjukkan sebaliknya.

Namun, Gunkel juga menekankan bahwa meskipun AI dapat melakukan banyak pekerjaan manusia, itu tidak berarti bahwa pekerjaan manusia akan sepenuhnya diambil alih oleh AI. Dalam konteks penulisan skenario, misalnya, ia mengungkap bahwa meski AI dapat membantu dalam proses penulisan, penulis manusia masih memiliki peran penting dalam menginterpretasikan dan mengembangkan ide.

"AI dapat membantu dalam proses kreatif, tetapi masih membutuhkan bantuan manusia untuk interpretasi dan pengembangan ide. Jadi, meski AI memiliki potensi untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia, masih ada banyak ruang untuk keterlibatan manusia," tutur Gunkel.

Hasil riset ini menjadi peringatan bagi berbagai sektor industri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI dan mencari cara untuk memanfaatkannya tanpa menghilangkan peran dan nilai manusia.

Pentingnya Adaptasi dengan AI

Meski Gunkel menekankan pentingnya adaptasi industri terhadap AI, ia juga mengingatkan akan pentingnya diskusi dan regulasi yang lebih jelas terkait penggunaan AI dalam proses kreatif. Ini terutama berlaku untuk profesi yang sangat bergantung pada hak cipta dan pemilik karya, seperti penulis skenario.

Menurut Gunkel, para penulis skenario dan profesional lainnya perlu mendapatkan pedoman jelas tentang bagaimana dan di mana AI dapat digunakan dalam pekerjaan mereka. "Perlindungan hak cipta adalah masalah yang signifikan dalam konteks ini," jelasnya. "Kita harus memahami bahwa AI tidak dapat dilindungi hak cipta tanpa bantuan manusia, dan ini memerlukan lebih banyak diskusi."

Penelitian Gunkel ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Asosiasi Penulis Amerika (WGA). Organisasi ini baru-baru ini melakukan pemogokan kerja untuk menuntut perlindungan lebih lanjut dari teknologi AI. Mereka juga menuntut gaji yang lebih tinggi, menunjukkan betapa serius dampak AI pada profesi mereka.

John August, penulis skenario film Hollywood terkenal, adalah salah satu anggota WGA yang merasa khawatir dengan dampak AI pada profesi penulis. "Para penulis skenario khawatir dengan skrip yang kami buat dijadikan basis data untuk sistem AI dalam membuat skrip lain dan menghasilkan ide baru," kata August.

Dalam merespon kondisi ini, Gunkel menegaskan bahwa penerapan AI harus melibatkan dialog antara para stakeholder dan pekerja di industri yang terpengaruh. Dia percaya bahwa dengan diskusi yang lebih terbuka dan terperinci, profesi manusia dapat tetap relevan dan berkontribusi penting dalam era AI.

Penelitian Gunkel ini menyoroti pentingnya beradaptasi dan merumuskan regulasi yang tepat dalam menghadapi kemajuan AI. Meski AI memiliki potensi besar, masih perlu diskusi lebih lanjut untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak merugikan pekerja manusia dan melindungi hak cipta dan karya manusia.

Akademi AI Indonesia: AI Bukan Ancaman, tapi Peluang

Akademi AI Indonesia (AAI), salah satu lembaga terdepan dalam pengembangan dan pendidikan AI di Indonesia, melihat kemajuan AI dari sudut pandang yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa meski AI memiliki potensi untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia, kemajuan ini seharusnya dilihat sebagai peluang, bukan ancaman.

"Kami melihat AI sebagai alat yang dapat membantu manusia untuk bekerja lebih efisien dan efektif," kata Sudarmadji, direktur Akademi AI Indonesia. "Sebagai contoh, dalam penulisan skenario, AI dapat membantu penulis dalam mempercepat proses penulisan dan menghasilkan ide baru."

Sudarmadji menambahkan bahwa dalam banyak kasus, AI dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan yang monoton dan berulang, sehingga memungkinkan pekerja manusia untuk fokus pada tugas yang membutuhkan pemikiran kritis dan kreativitas.

"Jadi bukannya mengambil alih pekerjaan manusia, AI justru dapat memberikan ruang bagi manusia untuk berkonsentrasi pada aspek pekerjaan yang lebih membutuhkan kecerdasan manusia, seperti memecahkan masalah kompleks, berpikir kreatif, dan membangun hubungan interpersonal," jelas Sudarmadji.

Akademi AI Indonesia berharap bahwa dengan pendekatan yang tepat, AI dapat digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan membantu perusahaan menjadi lebih produktif dan inovatif. Ia menekankan bahwa penting bagi perusahaan dan individu untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru seperti AI.

"Kami berada di era revolusi industri 4.0, di mana teknologi seperti AI menjadi semakin penting," katanya. "Kami percaya bahwa jika kita mampu memanfaatkan AI dengan benar, bukan hanya pekerjaan kita yang akan menjadi lebih efisien, tetapi juga kita dapat membuka peluang baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya."

Dengan semangat ini, Akademi AI Indonesia terus bekerja untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dan berkembang di era AI. (*)
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES