Tekno

Aplikasi Berbasis AI Capai 4.344 Dalam Waktu 3 Bulan, Perlu Ada Panduan AI bagi Pelajar

Senin, 05 Juni 2023 - 04:54 | 280.61k
Ilustrasi aplikasi.
Ilustrasi aplikasi.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam lanskap teknologi yang terus berkembang, jumlah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah melonjak menjadi 4.344 pada tanggal 4 Juni 2023 pukul 09.00 WIB, menurut data terbaru dari Toolify.AI.

Theofany Aulia, peneliti AI terkemuka dari Akademi AI Indonesia, menyampaikan bahwa ini adalah titik penting dalam revolusi digital. Menurut laporan dari PwC, AI bisa menambah hingga $15,7 triliun ke ekonomi global pada 2030, sedang McKinsey US$ 13 trilliun hingga 2030. 

"Peningkatan jumlah aplikasi berbasis AI ini menunjukkan bagaimana kita menuju arah tersebut," ujar mahasiswa Filkom UB Malang ini.

Sektor-sektor seperti perbankan, kesehatan, pendidikan, dan hiburan semakin banyak memanfaatkan AI. Aplikasi-aplikasi ini tidak hanya memberikan manfaat pada bisnis, seperti peningkatan efisiensi dan keakuratan, tapi juga membantu pengguna sehari-hari dalam melakukan berbagai tugas.

"Pembelajaran mesin dan jaringan saraf tiruan telah memainkan peran penting dalam perkembangan ini," kata Theofany, merujuk pada dua metode utama dalam AI. "Keduanya memungkinkan aplikasi untuk belajar dari data dan memperbaiki diri seiring waktu, membuat mereka semakin cerdas dan responsif."

Pasar AI di Indonesia juga sedang bergerak cepat. Menurut laporan dari McKinsey, Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan AI dalam berbagai sektor, dengan potensi peningkatan nilai ekonomi tahunan hingga US$216 miliar pada 2030 jika penerapan AI dilakukan dengan baik. 

Namun, meski teknologi ini memberikan banyak manfaat, masih ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk masalah privasi dan keamanan data, serta dampak dari AI pada pekerjaan dan lapangan kerja. Untuk memastikan bahwa AI membawa manfaat bagi semua orang, penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan mengembangkan kebijakan yang memandu penggunaan dan implementasi AI yang bertanggung jawab.

"Kami percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam revolusi AI," kata Theofany. 

Ini bukan hanya tentang menjadi konsumen teknologi, tapi juga tentang menjadi pembuat. Karenanya perlu adanya kurikulum AI untuk pendidikan di Indonesia. "Harus segera!". (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES