Tekno

Tim AProTechtion UM Kembangkan Sunblock Nano dari Apel dan Pegagan

Rabu, 19 Juni 2024 - 09:22 | 25.43k
Tim AProTechtion pencipta Sunblock nano berbahan dasar kulit apel dan daun pegagan. (Foto: Tim AProTechtion/TIMES Indonesia).
Tim AProTechtion pencipta Sunblock nano berbahan dasar kulit apel dan daun pegagan. (Foto: Tim AProTechtion/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam tim AProTechtion, singkatan dari Apple Protect Technology Nano, mengembangkan sunblock berbahan dasar kulit apel (Malus Domestica) dan daun pegagan (Centella Asiatica).

Produk ini diikutsertakan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Belmawa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tim AProTechtion terdiri dari lima mahasiswa lintas jurusan, yakni Fatkhur Rahman dari S1 Akuntansi sebagai ketua tim, Dinar Wahyu Ananda dari S1 Pendidikan Biologi, Hikmatul Khasanah dari S1 Kimia, Nasywa Putri Amalia dari S1 Akuntansi, dan Gabrielle Bernadhita Mercyanto Putri dari S1 Desain Komunikasi Visual.

Ajang PKM ini berlangsung dari bulan April hingga Oktober 2024, dengan sekitar 3000 tim dari berbagai universitas di Indonesia yang turut serta. Motivasi besar dalam mengembangkan minat dan potensi di bidang bodycare menjadi dorongan utama tim AProTechtion untuk mengikuti ajang ini.

“Prosesnya sangat menyenangkan dan menambah pengalaman, terutama saat mengisi waktu liburan,” ujar Fatkhur Rahman, Ketua Tim AProTechtion. Dengan dukungan penuh dari dosen pembimbing mereka, ISheila Febriani Putri, S.Pd., M.Pd., tim ini berhasil mengembangkan produk inovatif yang diberi nama AProTechtion.

Fatkhur menambahkan bahwa AProTechtion sendiri adalah sunblock berbentuk krim yang memanfaatkan teknologi nano untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB secara efektif dan efisien. Produk ini menyasar kalangan Gen Z, termasuk traveler dan olahragawan yang aktif beraktivitas di luar ruangan. 

Untuk memasarkan produk ini, tim menerapkan strategi B to C (Business to Consumer) dengan promosi melalui komunitas pecinta alam dan olahraga, serta menggunakan berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Produk ini juga dijual di e-commerce seperti shopee dan lazada.

“Persepsi masyarakat terhadap AProTechtion sangat positif karena produk kami tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan kulit tetapi juga meningkatkan nilai ekonomis kulit apel yang selama ini kurang dimanfaatkan,” ucap Nasywa kepada TIMES Indonesia, Rabu (19/06/2024).

Dalam persiapannya, tim AProTechtion melalui beberapa tahapan seleksi mulai dari fakultas, universitas, hingga tingkat nasional. Mereka juga menjalin kerjasama dengan Kendedes Kripik Buah di Kota Batu untuk memasok bahan baku. Dengan dana sebesar Rp9.750.000 yang diperoleh dari Belmawa, tim ini optimis dapat melangkah ke Pimnas dan meraih medali untuk mengharumkan nama universitas.

Universitas Negeri Malang sendiri memberikan dukungan penuh dengan menawarkan keringanan berupa garansi skripsi sebagai persyaratan kelulusan bagi tim AProTechtion

“Kami berharap produk ini dapat terus mengembangkan inovasi sesuai tujuan awal dan menambah jenis produk lain di tahun mendatang,” ujar Fatkhur.

Keberhasilan tim AProTechtion dalam PKM ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES