Wisata

Intip Koleksi Antik Kampoeng Heritage Kajoetangan

Senin, 12 September 2022 - 16:28 | 39.08k
Potret pengunjung ketika berfoto dengan koleksi antik Kampoeng Heritage Kajoetangan  (Foto: Ibrahim Asmorodina/TIMES Indonesia)
Potret pengunjung ketika berfoto dengan koleksi antik Kampoeng Heritage Kajoetangan  (Foto: Ibrahim Asmorodina/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kampung tematik menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Malang. Salah satu kampung wisata yang sedang hangat diperbincangkan yakni Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kampung tematik ini mengusung konsep jadul, atau kembali ke zaman dahulu.

Ide Kampoeng Heritage Kajoetangan ini datang dari Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis) Kota Malang. Kampung tematik ini dibentuk untuk menghidupkan serta melestarikan cagar budaya di kampung Talun, dan daerah Kayutangan, Kota Malang. Suasana jadul semakin terasa dengan hadirnya spot pameran koleksi barang antik milik Achmad Ircham. 

Advertisement

Pengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan ini menjelaskan koleksi barang antik ini sudah dilakukan sejak tahun 1985 lalu. Sebagai seorang fotografer, Achmad Ircham awalnya mengoleksi barang-barang antik ini untuk properti foto di studio. Seiring berjalannya waktu semakin koleksinya menumpuk banyak ia menggunakan tempat tinggalnya sebagai tempat spot foto, serta memamerkan koleksi barang jadulnya.

Koleksi barang antiknya, saat ini telah dipamerkan untuk umum. Mulai dari kamera analog jadul, vinyl atau piringan hitam, motor Vespa tahun 74, jam antik, motor Honda 70, plat bernuansa jadul, tape recorder, dan banyak interior serte eksterior rumah yang berasal dari tahun 70, bahkan 60-an.

Kampoeng-Heritage-Kajoetangan-2.jpgFoto koleksi kamera analog milik Achmad Ircham  (Foto: Ibrahim Asmorodina/TIMES Indonesia)

“Kebanyakan koleksi pribadi sih mas, jadi saya sudah mulai koleksi dari sekitar tahun 85 90-an lah pake analog,“ kata Achmad Ircham saat ditemui, Senin (12/9/2022).

Achmad Ircham mengatakan bahwa koleksinya tidak hanya dari Malang, tapi juga berasal dari luar kota. Mulai dari barang antik asal Kalimantan hingga Sumatera ada. Koleksi barang antik disini memang sangat banyak, namun hobi yang didasari kesukaan dan proses pengumpulannya ini tidak bisa dipungkiri jika bisa menjadi ladang penghasilan.

Achmad Ircham mengungkapkan bahwa pertimbangannya suatu barang dilabeli antik atau lawas yaitu melalui identifikasi rekam jejak barangnya, ada berapa di dunia, beli dimana, proses pencariannya lewat tangan ke berapa. Komunitas berperan sangat besar dalam pengumpulan barang antik.

"Anak muda zaman sekarang lebih bisa mengalahkan yang tua-tua jika menyangkut pencarian barang mas, ya karena kecanggihan teknologi ya, jadi barang antik dan langkah terkadang anak muda sangat cepat mendapatkan informasinya,“ tegas Achmad Ircham ketika mendapat pertanyaan mengenai proses koleksi barang antik.

Setiap hari rumahnya menjadi spot foto untuk semua kalangan, baik tua maupun muda, serta pelajar dan juga model majalah. Tak jarang juga acara diadakan di poros gang AR. Hakim ini, seperti acara penampilan akustik, festival jajanan pasar, dan fashion show, serta acara Kakang Mbakyu Malang juga pernah mengadakan acara yang berpusat di depan rumah pria yang akrab disapa Pak I’Ing ini.

Mengenai penataan dari koleksinya yang berjumlah ratusan ini, ia memandang dari kacamata seorang fotografer dimana angle atau sudut gambar, dan tone atau perpaduan warna dalam foto yang akan diambil.

“Mungkin ketika dilihat dengan pandangan mata nampak kurang jelas makna dan penataannya, namun ketika sudah diambil gambar, akan sangat bagus,“ ujar Achmad Ircham

Nawak Jadoel bisa mengunjungi rumah koleksi barang antik ini bertempat di Jalan AR. Hakim, Taloen Es, Kampoeng Heritage Kajoetangan yang bertarif Rp10 ribu rupiah saja untuk mengabadikan momen, serta terdapat juga Kopi Tulup, yang bisa disajika berbarengan dengan menu makanan pecel madura, kue lekker, dan banyak jajanan zaman dahulu lainnya yang bisa dinikmati dengan merogoh kocek tidak sampai Rp20 ribu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES