Wisata

Libur Nataru, Kunjungan Museum Blambangan Banyuwangi Meningkat Drastis

Senin, 02 Januari 2023 - 19:45 | 34.37k
Edukator Museum Blambangan Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo, sedang menjelaskan kepada pengunjung. (FOTO: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Edukator Museum Blambangan Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo, sedang menjelaskan kepada pengunjung. (FOTO: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Momentum libur akhir tahun merupakan waktu yang dinanti seluruh masyarakat untuk dapat berkumpul dan berekreasi bersama keluarga. Di Banyuwangi, Jawa Timur, hal tersebut berimbas pada meningkatnya kunjungan tempat wisata baik wisata alam bahkan hingga wisata edukasi seperti Museum.

Contohnya Museum Blambangan Banyuwangi. Acapkali wisata edukasi bukanlah jujugan rekomendasi saat menyusun planning vacation, namun siapa sangka di libur akhir tahun 2022 ini, terjadi peningkatan pengunjung di Museum Blambangan.

Advertisement

Dijelaskan oleh Kurator sekaligus Edukator Museum Blambangan, Bayu Ari Wibowo, adanya peningkatan pengunjung saat libur natal maupun tahun baru tercatat sekitar 30 persen dari hari biasa.

"Dilihat dari data pengunjung selama satu bulan terakhir di bulan Desember, tercatat sebanyak 900 an pengunjung museum, yang pasti peningkatan terjadi saat libur sekolah hingga tahun baru ini," jelasnya, Senin (02/01/2022).

Bayu menambahkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari libur natal atau akhir tahun saat pandemi melanda.

"Kenaikan jumlah pengunjung tersebut juga tidak kalah dengan kunjungan wisata lain, meskipun museum tidak menyuguhkan keindahan tapi museum memberikan pengetahuan," katanya.

Dan dapat disimpulkan, masih Bayu, ternyata masih banyak masyarakat yang sadar terhadap pentingnya mengetahui wawasan tentang peninggalan-peninggalan kepurbakalaan dan masih banyak yang tertarik untuk belajar terkait sejarah.

"Patut disyukuri Museum Blambangan masih menjadi favorit wisata edukasi selama libur natal maupun tahun baru di Banyuwangi," ucapnya.

Wisatawan luar juga banyak yang Museum Blambangan

Tak hanya masyarakat Banyuwangi sendiri yang datang untuk berkunjung ke museum, ternyata banyak masyarakat dari luar kota. Bukan hanya kalangan pelajar, rombongan keluarga pun tak sedikit yang mampir. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Suyabaya, Jember dan luar kota lainya.

Seperti salah satu pengunjung Museum Blambangan asal Jember, Azkia Nadjla. Ia bersama rekanya tengah melakukan perjalanan liburan ke Banyuwangi. Selain menikmati keindahan wisata alam, mereka turut menyempatkan untuk berkunjung ke tempat-tempat yang berhubungan erat dengan sejarah ataupun kebudayaan di Banyuwangi.

"Memang sudah saya jadwalkan berkunjung ke sini, pengen tau, belajar sekaligus wisata ke Museum Blambangan, melihat benda-benda peninggalan kerajaan yang ada di kota ini," tukasnya.

Sebagai informasi tambahan, Museum Blambangan Banyuwangi, baru saja menambah dua koleksinya yaitu Kapak Batu persegi zaman Neolitik dan Bata putih dari kapur yang digunakan sebagai bangunan pada masa kerajaan Blambangan yang ditemukan di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M.Y Bramuda, Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah momentum kebangkitan pariwisata Banyuwangi setelah pandemi.

"Lonjakan pengunjung ke Museum Blambangan adalah akibat dari kerinduan masyarakat terhadap setiap destinasi wisata yang ada di segala sektor pasca pandemi," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES