Wisata

Umrah Bareng Tombo Ati (6): Bersujud di Depan Ka'bah

Rabu, 25 Januari 2023 - 13:00 | 27.61k
Jemaah umrah melakukan tawaf dengan mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali, Senin (8/1/2023). (foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia)
Jemaah umrah melakukan tawaf dengan mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali, Senin (8/1/2023). (foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGBersimpuh di depan Ka'bah, berdoa sekaligus menangis mengingat dosa. Tidak ada perasaan seindah ini. Yang sebelumnya hanya terbayang di pikiran, kini bisa melihat dan menyentuhnya secara langsung. Labbaik Allahumma labbaik, Labbaik laa syarika laka labbaik. 

Perjalanan ibadah di tanah suci memasuki puncaknya ketika rombongan umrah Tombo Ati tiba di Makkah, Sabtu (7/1/2023) tengah malam. Kami akan segera mengunjungi ka'bah di Masjidil Haram pada Minggu dini hari untuk melakukan inti ibadah umrah.

Advertisement

Sebelumnya, jemaah mengambil miqat atau mengucap niat Umrah di Masjid Bir Ali. Seluruh rombongan paket umrah 12 hari Tombo Ati terlihat bersemangat ketika tiba di masjid cantik bercat putih ini. Masjid Bir Ali berjarak 6 atau 7 mil dari Kota Madinah. 

Sedangkan jarak Madinah ke Makkah sekitar 478 kilometer dan harus ditempuh sekitar 6 jam perjalanan dengan bus. Meski demikian, bagi kami, Baitullah (Ka'bah) sudah terasa dekat.   

Umrah-Haji-2.jpgRombongan Tombo Ati usai melaksanakan prosesi umrah menunggu untuk melaksanakan shalat subuh di kompleks Masjidil Haram, Senin (8/1/2023). (foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia).

Di dalam bus yang membawa kami ke Mekkah kami tak henti mengumandangkan kalimat Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak. (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).”

Shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW juga terus kami ucapnya. 

Berbeda dengan Kota Madinah yang dingin menusuk tulang, suhu Kota Makkah di  bulan Januari sangat bersahabat. 22 derajat. Tidak panas dan juga tidak dingin. Lokasi hotel yang dekat membuat kami juga lega. Hotel Sunrise Ajyad Mekkah tidak sampai 300 meter dari pelataran Masjidil Haram.

Pelaksanaan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali terasa nyaman. Cuaca bersahabat serta tidak terlalu padat membuat rombongan umrah Tombo Ati melaksanakan prosesi tawaf yang insya Allah sempurna. 

Umrah-Haji-3.jpgRombongan Tombo Ati usai melaksanakan prosesi umrah menunggu untuk melaksanakan shalat subuh di kompleks Masjidil Haram, Senin (8/1/2023). (foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia).

Begitu saat prosesi sa'i, berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah, tujuh kali bolak-balik sebelum diakhiri dengan tahalul atau potong rambut.

Sebelumnya, penulis sempat mendapatkan cerita dari, Abdullah, jemaah umrah asal Indonesia di Madinah. Abdullah dan rombongan menjalankan umrah terleih dahulu untuk kemudian terbang ke Madinah untuk berkunjung ke Masjid Nabawi dan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Abdullah bercerita, suhu Makkah lumayan dingin mirip di Madinah. Bahkan saat tawaf, Abdullah dan rombongan disambut hujan. Baju ihram pun basah dan seluruh jemaah harus melawan suhu dingin yang ada. "Hari kedua, baju ihram juga belum kering. Masya Allah benar-benar perjuangan ibadah," ucap Abdullah saat menceritakan pengalamannya di Makkah. "Tapi hujan ya sekali itu saja. Hari selanjutnya normal tapi suhu lumayan dingin. Tapi tidak sedingin di sini (Madinah)," lanjutnya.

Alhamdulillah, cuaca di Makkah khususnya di Masjidil Haram sangat bersahabat bagi kami. Kami bisa dengan nyaman berdoa sambil menikmati keindahan Ka'bah dan Masjidil Haram. 

Bergetar Melihat Ka'bah

Umrah-Haji-4.jpgJemaah menunggu waktu shalat di depan Ka'bah. (foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia). 

Rombongan umrah Tombo Ati masuk ke pelataran Ka'bah dari pintu King Abdul Aziz. Begitu melihat bangunan suci ini, mutawif langsung mengajak kami berkumpul dan mengucapkan doa ketika pertama kali melihat Ka'bah. 

Ada perasaan yang luar biasa begitu pertama kali melihat bangun suci ini. Senang dan haru menjadi satu. Sebuah perasaan yang tidak bisa dilukiskan. Beberapa jemaah bahkan menangis begitu melihat Ka'bah.   

Dengan menghadap kiblat umat Islam itu, jemaah kemudian membaca doa melihat Ka'bah Allahumma antas salam, wa minka salam, wa hayyina rabbana bis salam. (“Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”)

Selanjutnya, kami memulai tawaf. Usai tawaf rombongan melakukan shalat sunah di belakang Maqom Ibrahim. Dari pelataran Ka'bah kami beranjak untuk sa'i. Sebelumnya, kami mengambil air zamzam dan meminumnya sambil menatap ka'kbah yang berbalut kiswah hitam. Prosesi sa'i hingga tahalul juga lancar. Seluruh rombongan tidak ada halangan dan mampu menyelesaikan rangkaian yang insya allah berjalan sempurna. 

Tak terasa, umrah sudah dilaksanakan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.00 waktu Arab Saudi. Rombongan menunggu waktu shalat subuh di sisi luar tempat melaksanakan sa'i. Rombongan umrah Tombo Ati setidaknya akan melakukan satu lagi ibadah umrah. Namun pada akhirnya, rombongan bisa melakukan umrah sebanyak tiga kali. Alhamdulillah. 

"Alhamdulillah, sudah umrah. Semoga apa yang kita lakukan ini diterima oleh Allah," ucap mbah Talqiah, jemaah asal Tulungagung yang umroh bersama suami tercinta. "Amin..." jawab saya dengan perasaan gembira penuh kelegaan. Ibadah yang sangat menguras fisik ini bisa dilalui. Terlebih jika mengingat pesan dari Imam Safii, pimpinan biro perjalanan Umrah dan Haji Plus Tombo Ati yang mengatakan, Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu tapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil untuk berkunjung ke Baitullah (ka’bah). (bersambung) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES