Advertisement
Wisata

Keindahan Pantai Watu Parunnu, Sejarah Batu Berlubang dan Perjanjian Suku Sumba Timur

Pantai Watu Parunnu, terletak di Desa Laijanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, merupakan destinasi wisata yang memukau di selatan Sumba Timur. ...

TIMES Indonesia,
Keindahan Pantai Watu Parunnu, Sejarah Batu Berlubang dan Perjanjian Suku Sumba Timur
Pantai Watu Parunnu di Desa Laijanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. (FOTO: Pariwisata Sumba)
A-AA+

SUMBA TIMUR Pantai Watu Parunnu, terletak di Desa Laijanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, merupakan destinasi wisata yang memukau di selatan Sumba Timur. Dengan jarak sekitar 120 kilometer dari Kota Waingapu, perjalanan ke sini sangat nyaman berkat infrastruktur jalan yang baik, hanya memerlukan sekitar 2 jam.

Saat berwisata di pantai terindah Watu Parunnu maka kita akan dapat menikmati batu berlubang dengan posisi menunduk yang terletak di tepi pantai.

Advertisement

Pantai Watu Parunnu dikenal karena pasir putihnya yang panjang, sebagian pantainya dikelilingi oleh tebing batu setinggi 30 meter dan batu karang berlubang yang terbentuk alami.

Pantai-Watu-Parunnu-2.jpg

Penting untuk mengetahui makna sejarah di balik nama pantai ini. "Watu" dalam bahasa Sumba berarti batu, sementara "Parunnu" artinya menunduk. Menurut pemerhati budaya Sumba, Yudi UT Rawambaku, nama ini memiliki kisah historis menarik.

Dulu, daerah ini sering menjadi saksi perseteruan antar suku atau perang saudara. Namun, akhirnya suku-suku tersebut mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan cara yang unik: mereka berjalan menunduk melintasi batu karang berlubang. Desa Laijanji, tempat ini berada, bahkan dapat diartikan sebagai "Desa Perjanjian."

"Pantai Watu Parunnu adalah tempat di mana Anda dapat melihat batu berlubang dengan posisi menunduk, mengingat perjanjian yang mengakhiri konflik suku di masa lalu," kata Yudi, Kamis (2/11/2023).

Advertisement

Selain pesona tebing putih yang memukau, pantai ini juga menawarkan pengalaman yang unik saat air laut surut. Anda dapat melewati batu berlubang yang besar, sementara saat air pasang, Anda akan menikmati pemandangan tebing-tebing putih yang megah dari kejauhan.

"Pantai Watu Parunnu dengan pasir putih yang indah, dikelilingi tebing-tebing putih, dan batu yang menunduk, memungkinkan kita merenungkan peristiwa bersejarah yang terjadi di masa lalu," tambah Yudi.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia