Advertisement
Wisata

Mengenal Lebih Dekat Tarian Cakalele Adat Suku Galela di Maluku Utara

Tarian Cakalele Adat atau dalam bahasa adat Suku Galela disebut dengan O Sotda Ma Adati. Cakalele adat biasanya ditarikan pada acara adat pernikahan Suku Galela atau di w ...

TIMES Indonesia,
Mengenal Lebih Dekat Tarian Cakalele Adat Suku Galela di Maluku Utara
Cakalele Adat dan Tide Tide Sisi dalam menyambut pengantin di Galela Halmahera Utara. (Foto: Zain Bani for TIMES Indonesia)
A-AA+

HALMAHERA UTARA Tarian Cakalele Adat atau dalam bahasa adat Suku Galela disebut dengan O Sotda Ma Adati. Cakalele adat biasanya ditarikan pada acara adat pernikahan Suku Galela atau di wilayah Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Di mana Cakalele Adat ini ditarikan untuk menyambut mempelai wanita atau dalam bahasa Galela disebut Modoka dan mempelai pria disebut Maroka.

Advertisement

Tarian Cakalele Adat yang dirangkum TIMES Indonesia dari Sanggar Budaya Gogaro Nyinga di Desa Mamuya Galela menyebutkan, dalam menarikan Cakalele Adat, gerakan para penari sangat lambat serta tidak diperbolehkan membelakangi mempelai wanita atau pria dan ekspresi wajah selalu tersenyum serta merasa gembira.

Alat tradisional yang dipakai untuk tarian Cakalele Adat yaitu salawako serta igo masoka (daun kelapa) dan tidak diperbolehkan menggunakan parang seperti tarian cakalele perang.

Menurut Muhammad Diadi, pembina Sanggar Budaya Gogaro Nyinga,  mengungkapkan alasan tidak diperbolehkannya menggunakan parang. "Jika memakai parang dalam menyambut mempelai wanita atau pria maka mengisyaratkan dari pihak keluarga tidak menyukai calon menantunya," ujarnya.

Sementara jumlah penari Cakalele Adat sebanyak empat orang yaitu dua laki laki dan dua perempuan. Para penari perempuan mengiringi penari laki laki, tariannya disebut Cehehe atau Tide Tide Sisi, tujuannya untuk memberi semangat.

Iringan musik Cakalele Adat pun agak lambat iramanya, biasanya alat musik yang digunakan hanya tifa dan gong  atau dalam bahasa Galela disebut Gosoma dan Lipa yang dimainkan oleh pihak keluarga.

Advertisement

Mempelai wanita atau pria akan diiringi dengan tarian Cakalele Adat hingga sampai di depan rumah mempelai wanita atau pria untuk melakukan pernikahan sekaligus melaksanakan adat cuci kaki (Doho Potiodo) untuk mempelai perempuan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Halil Husain
PenulisAbdul Halil HusainPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia