Wisata

Menengok Museum Tembakau Jember, Diversifikasi Produk hingga Edukasi

Minggu, 28 April 2024 - 06:28 | 35.10k
Salah seorang pengunjung sekaligus peserta OKK saat melihat koleksi tembakau di Museum Tembakau dan Perpustakaan (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Salah seorang pengunjung sekaligus peserta OKK saat melihat koleksi tembakau di Museum Tembakau dan Perpustakaan (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Sebatang rokok ternyata menyimpan banyak sejarah. Begitu celetukan salah seorang peserta OKK (Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan) saat berkunjung ke Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember.

OKK yang diikuti 100 wartawan se-Jawa Timur ini diselenggarakan di Jember, kabupaten yang juga dikenal luas sebagai Kota Tembakau. 

Tidak hanya mendapatkan materi kewartawanan, jurnalis dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur berkesempatan mengeksplorasi destinasi wisata edukatif di kabupaten yang juga dijuluki Kota Karnaval ini. 

Salah satu dari tiga eduwisata yang menjadi  tujuan adalah Museum Tembakau dan Perpustakaan di Jalan Kalimantan no 1 Kecamatan Sumbersari Jember. 

Selama perjalanan menuju tempat-tempat wisata, sepasang mata ini dimanjakan dengan keindahan kota dan pemandangan desa yang asri. Bangunan pengeringan tembakau dan gudang-gudang tembakau menunjukkan Jember sebagai salah satu penghasil daun emas terbaik di dunia. 

Pemerintah Kabupaten Jember sangat serius meningkatkan perekonomian warga melalui perkebunan tembakau. Tembakau  Jember memiliki kualitas ekspor dan biasanya dipakai sebagai pembalut, pengikat, pembungkus dan pengisi cerutu. Jangkauan pasarnya mencapai Swiss, Belanda dan beberapa negara lainnya. 

Museum Tembakau menjadi salah satu bukti produk tembakau Jember memiliki kualitas dan sejarah panjang. Museum ini tidak hanya mengoleksi sampel tembakau dari berbagai Nusantara tetapi juga menjadi wahana edukasi bagi petani, pelajar dan masyarakat umum. 

Museum Tembakau ini dibuka sejak 2014 lalu. Tampak pintu masuknya didesain seperti pintu masuk tempat pengeringan tembakau. Ornamen bangunannya juga dibuat dari bambu. Tak heran jika dinobatkan sebagai museum unik.

Museum-Tembakau-2.jpg

Di pintu masuk Museum Tembakau, pengunjung langsung disambut koleksi tembakau kering. Museum ini merupakan diversifikasi produk tembakau. Serta terdapat beragam koleksi teknologi pengolahan tembakau dan alat yang digunakan masyarakat tempo dulu.

Pengunjung akan diperlihatkan alat pelinting tembakau cerutu, tikar glanse, papan ukur tembakau, pipa upacara atau pipa dari kayu yang digunakan untuk membakar tembakau saat upacara, dan beragam teknologi lainnya. 

Koleksi jenis tembakaunya pun cukup kaya. Ada tembakau Na-Oogst, tembakau virginia, tembakau bawah naungan, hingga tembakau kasturi. 

Tak kalah menarik, Museum Tembakau ini juga menampilkan tembakau rajangan dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai tembakau Maesan Bondowoso, Gunung Guluk-Guluk Madura, tembakau Menyono Lumajang, mutu A Situbondo, tembakau Cangkring Madura, dan hasil perkebunan dari belahan Nusantara lainnya.

Kurator Museum Tembakau dan Perpustakaan PSMB PT Jember, Sunito mengatakan, museum ini tidak hanya soal koleksi tetapi sebagai sarana edukasi terutama dalam hal diversifikasi produk. 

Menurutnya, masih banyak yang beranggapan produk tembakau hanya bisa dibuat rokok dan cerutu. Padahal lebih daripada itu tembakau juga bisa dibuat parfum, sabun, aromaterapi, pasta gigi, obat kumur, lotion dan pestisida. 

Produk parfum dari asiri tembakau dengan memanfaatkan limbah tembakau yang sudah tidak layak masuk gudang tembakau. “Semua jenis tembakau bisa dibuat parfum,” kata dia. 

Jember dengan kondisi tanah dan suhunya cocok untuk tembakau Na-Oogst, sehingga memiliki cita rasa yang khas. “Kalau ditanam di luar Jember taste-nya akan berubah,” terang dia. 

Ia juga mengungkapkan, tembakau Jember berasal dari Besuki yang dibawa oleh tokoh berkebangsaan Belanda bernama George Birnie. Oleh karena itu produknya juga dikenal dengan tembakau Besuki Na-Oost. 

Wilayah Besuki yang meliputi Situbondo, Bondowoso dan Jember memang memiliki lahan yang subur. “Tetapi dalam perjalanannya, budidaya tembakau di Jember lebih cepat maju,” terang dia.

Menurutnya, Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember memiliki koleksi produk tembakau sejak tahun 2012. “Sudah ribuan pengunjung datang ke sini sejak dibuka tahun 2014 lalu. Mulai pelajar hingga peneliti,” paparnya. 

Potensi tembakau ini pun dimaksimalkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mendatangkan keuntungan ekonomi. Salah satunya melalui Jember Kota Cerutu Indonesia (JKJI). 

Menurut Hendy, Festival JKCI 2024 ini sudah masuk tahun ketiga dan akan menjadi event internasional. 

Ia mengungkapkan, JKCI tahun kemarin Kabupaten Jember berhasil meraup pendapatan Rp20-30 miliar selama tiga hari dari transaksi pembelian luar negeri. 

Hendy berharap keberadaan tembakau Jember ini tetap eksis. Bahkan pendapatan DBH CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) Jember mencapai Rp 130 miliar. "Tentunya tembakau menjadi kekuatan untuk Jember," terang dia saat dikonfirmasi usai menutup rangkaian OKK. 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES