Wisata

Benowo Park, Harmoni Alam dan Destinasi Wisata Pemalang

Minggu, 12 Mei 2024 - 10:12 | 27.61k
Beberapa spot destinasi wisata alam Benowo park Pemalang. (FOTO: Ragil/TIMES Indonesia)
Beberapa spot destinasi wisata alam Benowo park Pemalang. (FOTO: Ragil/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PEMALANG – Benowo Park bisa menjadi destinasi wisata pilihan untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Benowo Park terletak di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang, Jawa Tengah. Benowo Park merupakan wisata khusus di kawasan hutan lindung, dengan kelengkapan sarana wisata alam asli yang jarang ditemui di tempat wisata lain.

Benowo Park memiliki area yang cukup luas menyajikan spot lengkap berbagai macam wisata, di antaranya wisata religi dan sejarah, di mana masih terdapat didalam  komplek area. Terdapat kompleks makam sesepuh serta tokoh berdirinya cikal bakal kota Pemalang yaitu Pangeran Benowo.

Di samping sebagai edukasi sejarah, adanya makam tersebut menjadi tempat sebagian orang untuk bermeditasi hening cipta kepada Tuhan Yang Esa.

Suasana di area Benowo Park menggambarkan kelestarian ekosistem alam di sekitar area wisata yang masih rimbun ditumbuhi beraneka macam pohon besar. Tempat ini menjadi paru-paru besar bagi Kota Pemalang, karena letaknya hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Pemalang.

Kondisi hutan hidrogen yang terdapat di dalam area wisata Benowo Park beserta isi habitat makhluk hidup di dalamnya, gesekan daun pohon hutan ditimpali bunyi-bunyian aneka satwa liar, bagai berada di pedalaman hutan Amozone Amerika.

Kampung kuliner yang menampilkan suasana khas tahun 60-an juga masih banyak dikunjungi para pelancong. Mereka banyak tertegun, berkeliling perkampungan yang didesain oleh pengelola Benowo Park. Para wisatawan serasa ditarik kembali pada kehidupan masa lalu.

Akan tetapi menurut Suherman (45) warga Limbangan Desa Penggarit, Kecamatan Taman, berdirinya area wisata Benowo Park tersebut juga memiliki dampak negatif.

“Pembangunan destinasi wisata ini berdampak pada hilangnya udara yang dulu masih segar, sekarang terasa agak panas, burung-burung bebas berkicau kini semakin jarang terdengar," keluh Suherman.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa pemandangan jelas lagi bagi para pengunjung, banyaknya monyet berkeliaran keluar dari hutan wilayah selatan Benowo Park akibat dari tidak adanya stok makanan di dalam hutan.

"Akibatnya kawanan monyet berebut makanan dengan para pedagang makanan serta pengunjung yang menenteng makanan, pasti tidak akan luput dari pejambret berekor panjang ini,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan ekosistem di dalamnya tidak seimbang, habitat antar makhluk hidup menjadi terganggu, belum bisa terintegrasi dengan baik.

Di sisi lain manusia menikmati indahnya panorama alam, membuat hati senang menikmati ciptaan Tuhan. Akan tetapi, ada mahluk hidup lain yang menjadi korban dari kenikmatan kegiatan kepariwisataan yang di dalamnya terdapat hubungan antar manusia dan makhluk hidup juga tumbuhan dalam kesatuan harmonisasi alam. Kehidupannya direnggut oleh kurang pahamnya manusia dalam menjaga keseimbangan alam. “Hamemayu Hayuning Bawana,” menjaga kehidupan bumi.

Sementara itu ketika di konfirmasi lewat sambungan teleponnya pada Minggu (12/5/2024 ) terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan olahraga (Disparpora) Kabupaten Pemalang Dian Ika belum memberikan tanggapanya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES