Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Tes Sederhana Sepuluh Detik untuk Mendeteksi Corona

Minggu, 15 Maret 2020 - 19:42 | 781.83k
Tes Sederhana Sepuluh Detik via Whatsapp. (FOTO: Tangkapan Layar TIMES Indonesia)
Tes Sederhana Sepuluh Detik via Whatsapp. (FOTO: Tangkapan Layar TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah informasi beredar di media sosial, terutama pesan Whatsapp tentang tes sederhana untuk mengenali atau mendeteksi Corona hanya dalam sepuluh detik.

Berikut isi pesan mengenai tes sederhana deteksi virus corona:

Advertisement

SEGERA MENDESAK.
Tes sederhana untuk mengenal Corona hanya dalam sepuluh detik tanpa ulasan ke dokter atau laboratorium, yang belum diketahui siapa pun!  Awalnya Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, hingga 28 hari setelah gejala COVID 19 muncul. Dokter Jepang menawarkan tes sederhana yang bisa kita lakukan setiap pagi!  Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika Anda berhasil mengeluarkan napas tanpa batuk, tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus!  Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan Anda lembab dan tidak kering! Minumlah secangkir air setidaknya sekali setiap 15 menit karena meskipun virus masuk ke mulut Anda, cairan yang Anda makan secara teratur dapat ditransfer ke perut, dan keasaman lambung membunuh virus!  

Mari jangan menjadi penonton dan Sampaikan ke semua kontak dan grup Anda!

CEK FAKTA

Menurut pelusuran tim CEK Fakta TIMES Indonesia, informasi yang beredar tentang tes sederhana selama 10 detik untuk mengenali atau mendeteksi virus corona itu tidak benar. Sebab, tidak ada keterangan resmi dari pihak WHO, IDI, ataupun UNICEF tentang cara ini untuk mengenali virus Corona.

Mengutip dari Kompas.com, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan bahwa informasi perihal tes sederhana tersebut tidak benar dan tidak berdasar. "Iya (tidak benar), tidak ada dasar," kata Faqih, Senin (2/3/2020). 

Faqih menjelaskan bahwa tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah tes PCR (polymerase chain reaction) Litbangkes. Tes PCR telah dilakukan Litbangkes sejak 1 Februari 2020. Hasil dari tes tersebut dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima. 

Sumber: [HOAKS] Tes Sederhana Deteksi Diri Virus Corona Hanya dalam Sepuluh Detik - Kompas.com

Sementara itu, Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menjelaskan, Indonesia melakukan dua uji spesimen untuk mendeteksi ada-tidaknya virus Corona (Covid-19) pada seseorang, yakni PCR dan genome sequencing. Hal itu diungkapkannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2020).

Melansir Detik.com, metode PCR yang pertama dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang terjangkit Corona. Namun ada 'batch' PCR tertentu yang sering salah menunjukkan hasil positif Corona (false positive). Maka bila hasil PCR positif, metode lanjutan, yakni genome sequencing, dilakukan untuk memastikan kembali.

Yuri menyebut metode genome sequencing bisa memberikan kepastian apakah pasien positif atau negatif dari Corona. Metode ini memerlukan waktu sekitar 3x24 jam.

"Kalau belum ada crosscheck dengan genome kita belum yakini. Dari pemeriksaan terdahulu juga PCR positif, genome negatif. Meski ada juga yang keduanya positif," ujarnya, seperti dikutip detik.com.

Sumber: Agar Tak Salah Diagnosa Positif Corona, RI Terapkan 2 Cara Tes Ini | Detik.com

Menurut penelusuran tim CEK FAKTA TIMES Indonesia, Misinformasi juga telah beredar sejak awal Maret 2020. Berawal dari sebuah tangkapan layar dari Facebook yang menggunakan bahasa Inggris.

Cek-Fakta-2.jpgHasil tangkapan layar tentang cara tes sederhana selama 10 detik untuk mengenali atau mendeteksi virus corona. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Informasi ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan penyebaran pesan berantai terjadi di media sosial Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Tak hanya itu, sebuah situs fajarpendidikan.co.id juga menggunakan informasi ini untuk dijadikan sebuah artikel.

Cek-Fakta-3.jpg

Postingan akun Facebook bernama Tan Lee

Cek-Fakta.jpg

Tes Sederhana, Hanya 10 Detik Bisa Diketahui Apa Corona Atau Bukan | Fajarpendidikan.co.id

KESIMPULAN

Berdasarkan rangkuman informasi dan pemeriksaan fakta di atas, cuitan tentang tes sederhana Sepuluh Detik untuk Mengenal Corona termasuk dalam Misinformasi.

Menurut kategori disinformasi First Draft News, informasi ini masuk dalam fabricated konten atau Konten Pabrikasi atau Konten Tiruan. Sebab, konten ini sengaja dibuat agar masyarakat melakukan imbauan yang berada di dalam pesan tersebut.

________

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES