Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Imbauan Menggunakan Masker Selama Tanggal 10 hingga 12 April 2020

Kamis, 09 April 2020 - 21:20 | 2.16m
Pesan Berantai tentang imbauan tidak keluar selama 10 hingga 12 April 2020 karena arus angin utara yang tersebar di WhatsApp Grup. (Foto: Tangkapan layar Times Indonesia)
Pesan Berantai tentang imbauan tidak keluar selama 10 hingga 12 April 2020 karena arus angin utara yang tersebar di WhatsApp Grup. (Foto: Tangkapan layar Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah informasi berisi imbauan menggunakan masker pada tanggal 10 hingga 12 April 2020, beredar di WhatsApp Grup, Kamis (9/3/2020). Informasi yang banyak menjadi perhatian netizen ini, berisi kewajiban menggunakan masker karena adanya arus angin dari Utara ke Selatan yang melewati Indonesia.

Pesan berantai ini juga menginformasikan untuk tidak keluar rumah, meski hanya berjemur atau keluar. Berikut narasi pesan yang tersebar di WAG:

Advertisement

Kenapa kita dianjurkan untuk memakai masker di tgl 10-12 April 2020,,?

URGENT

Sebagai informasi ;
Usahakan 3 hari kedepan seluruh anggota keluarga masing2 dirumah,tidak keluar rumah,walau hanya untuk berjemur kalau tdk sgt terpaksa
Karena dalam 3 hari kedepan arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian

Tolong Informasikan kepada,sanak keluarga dan teman2 yg kita cintai,karena
mencegah lebih baik daripada mengobati

Terimakasih

pesan-Berantai-tentang-imbauan-tidak-keluar-selama-10-hingga-12-a.jpg

CEK FAKTA
Menurut penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi tentang imbauan menggunakan masker pada tanggal 10 hingga 12 April 2020, karena adanya arus angin utara ke selatan yang melewati Indonesia tidak benar.

Kewajiban menggunakan masker selama darurat wabah Covid-19 atau Corona merupakan imbauan wajib dari WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia. Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, menekankan pentingnya penggunaan masker guna mencegah penyebaran dan penularan virus corona. Semua masyarakat, wajib memakai masker saat beraktivitas di luar sebagaimana rekomendasi dari WHO.

“Sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan #MaskerUntukSemua, semua harus menggunakan masker ketika bepergian ke luar,” kata Yurianto saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha BNPB Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Dalam hal imbauan ini, Pemerintah RI menyarankan agar masyarakat menggunakan masker dari bahan kain yang dapat dicuci dan bisa digunakan berkali-kali. Sedangkan masker bedah dan masker dengan jenis N95 hanya khusus untuk petugas medis

Sumber: Jalankan Rekomendasi WHO, Masyarakat Diwajibkan Pakai Masker

Sedangkan terkait arus angin utara ke selatan memang terjadi di bulan April, yang sering disebut dengan angin muson barat. Angin yang berhembus dari Asia menuju Australia, dan melewati Indonesia. Arus angin ini membuat Indonesia mengalami musim penghujan, dan mempengaruhi potensi gelombang air laut.

BMKG menyebutkan selama 10 hingga 12 April 2020, prakiraan gelombang sedang 1.25 hingga 2.5 meter terjadi di perairan antara lain Sabang, Natuna, Jawa Barat hingga NTB, dan Arafura Timur. Gelombang tinggi 2.5 hingga 4 meter terjadi di perairan antara lain, Samudera Hindia Selatan, Selat Sunda, Barat Nias, dan Mentawai.

BMKG juga memprakirakan sebaran hujan akan terjadi di perairan antara lain laut Jawa, Selat Karimata, Laut Seram, dan Laut Aru.

Sumber: Tinggi Gelombang Tujuh Hari Kedepan

Plt Deputi Bidang Meteorologi, Herizal, menyampaikan informasi yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan membawa wabah penyakit, hal tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari BMKG dan isi informasi tersebut hoax serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur-selatan (dari Benua Australia).

Sumber: BMKG membantah isu angin utara membawa wabah penyakit | ANTARAYOGYA

Hasil penelitian Center for Disease Control and Prevention (CDC), dalam situs Live Science, menyebutkan mayoritas virus SARS-CoV-2 menyebar dari satu orang ke orang lainnya lewat kontak dalam radius 1,8 meter.

Beberapa virus corona (SARS, MERS, SARS-CoV-2) bisa hidup di permukaan benda selama beberapa hari. Penelitian membuktikan bahwa virus SARS-CoV-2 bisa bertahan di permukaan benda selama 9 hari lamanya. Namun, virus SARS-CoV-2 tidak akan bertahan selama itu jika suhu melebihi 30 derajat Celcius.

Pengunaan masker wajah bukanlah proteksi yang efektif untuk orang sehat. Namun bagi orang sakit, bisa menggunakan masker agar batuk atau bersinnya tidak menular ke orang lain.

Sumber: How does the new coronavirus spread?

Penelitian baru-baru ini juga membuktikan bahwa ethanol, hydrogen-peroxide atau pembersih disinfektan lainnya efektif dalam menghilangkan virus SARS-CoV-2 yang hinggap pada permukaan benda.

Terkait penyebaran virus Corona, tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga melakukan penelusuran disejumlah situs. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan Rabu (18/3/2020) di New England Journal of Medicine, para peneliti menemukan virus corona, SARS-CoV-2 yang keluar melalui droplet saat batuk atau bersin, tetap stabil dalam bentuk aerosol selama tiga jam. Namun, hasilnya akan berbeda jika virus ini terpapar pada plastik, tembaga dan beberapa zat lain.

"Hasil penelitian ini, kami menunjukkan bahwa transmisi aerosol yang mengandung virus corona, SARS-CoV-2 cukup masuk akal. Sebab, virus dapat tetap hidup dan menular di aerosol selama berjam-jam," ungkap penulis penelitian ini.

Penelitian ini menyampaikan transmisi udara dari orang ke orang dalam jarak yang jauh tidak mungkin terjadi. Sebab, jika bekas partikel virus di udara saat pasien bersin atau batuk dapat bertahan berjam-jam di udara, maka kemungkinan masih ada partikel yang tertinggal hanya mencapai sekitar 2 meter dari titik asal.

Sumber: New coronavirus may spread as an airborne aerosol, like SARS

Sampai saat ini, peneliti terus melakukan penelitian tentang bagaimana Covid-19 menyebar dan masih banyak yang harus dipelajari tentang penyebaran virus corona, SARS-CoV-2 ini. Namun, tidak ada yang menyebutkan virus ini bisa menyebar melalui angin, tanpa adanya medium virus.

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga menemukan bahwa informasi hoaks tentang larangan keluar rumah pada tanggal 10 hingga 12 April 2020 juga beredar dengan bentuk lain, seperti berikut

kenapa kita dianjurkan untuk makai masker di tgl 10-12 April 2020

“URGENT"
Sbg informasi dari Bpk Dir-1...
Bhw 3 hari kedepan diusahakan seluruh anggota keluarga masing2 di Rmh...utk tdk keluar rmh, walau hanya utk berjemur, klu tdk sgt terpaksa..
Krn dlm 3 hari kedepan Arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian..
Tolong diinformasikan kpd teman2 yg tdk ada di grup ini...
Terimakasih…

pesan-Berantai-tentang-imbauan-tidak-keluar-selama-10-hingga-12-b.jpg

Kesimpulan

Informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp tersebut masuk dalam informasi hoaks. Karena informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan data dan fakta yang ditemukan tim Cek Fakta TIMES Indonesia, imbauan menggunakan masker dan larangan tidak keluar rumah selama 10 hingga 12 April 2020, sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 tidak benar. Informasi tentang adanya arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian juga tidak benar.

Menutut jenis misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi yang tersebar ini masuk kategori Manipulated content atau konten manipulasi. Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] atau media sosial di @timesindonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES