Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Anies Baswedan Mendapatkan Gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi, Benarkah?

Selasa, 17 Mei 2022 - 16:48 | 83.04k
CEK FAKTA: Anies Baswedan Mendapatkan Gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi, Benarkah?
Postinganmedia sosial tentang Anies Baswedan mendapatkan gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial tentang Anies Baswedan yang mendapaat gelar Amirul Amanah dari Saudi Arabia. Informasi tersebut dibagikan oleh akun Facebook Inzar Ahmar pada 30 April 2022.

Dalam informasi yang dibagikan akun Inzar Ahmar, tertulis sebagai berikut:

Alhamdulillah ya Rabb, Gubernur Indonesia, Anies Baswedan mendapat gelar “Amirul Amanah” (Pemimpin yg Amanah) dari Saudi Arabia.

Di samping narasi tersebut, terdapat foto Anies Baswedan berkopiah hitam bersama dua orang yang berada di sisi kiri dan kanannya.

Pengguna akun Inzar Ahmar menyertakan narasi dalam unggahannya sebagai berikut:

AMIRUL AMANAH

cek-fakta-Anies-Baswedan-Amirul-Amanah.jpgSumber: https://web.facebook.com/inzar.ahmad/posts/pfbid033yH7rbjL8GiydUmF5yz9VMJCqubfRUzTLZ5x2gRJmvYzcooqYnZwBzFe9FuYAVPsl

Benarkah hal tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta, foto tersebut bukan peristiwa Anies Baswedan menerima gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi. Hasil penelusuran dengan teknik Reverse Image, ditemukan fakta bahwa foto tersebut merupakan peristiwa saat Anies menerima hadiah jubah dari seorang syekh di Jeddah pada 2017. 

Kami menemukan foto identik pada artikel Kumparan.com berjudul “Anies Baswedan Dapat Hadiah Jubah dari Seorang Syekh di Jeddah”. Artikel tersebut dipublikasikan pada 8 September 2017.

Dalam artikel tersebut tertulis, "Gubernur DKI Terpilih, Anies Baswedan, mendapat jubah dari President of the Holy Quran Councils, Al Syekh Muafaq Bin Kadasa Al Ghamdi, di sebuah gedung pertemuan di Kota Jeddah pada Kamis (7/9) malam waktu setempat.

Syekh Muafaq memberikan jubah tersebut kepada Anies dalam jamuan makan malam untuk para haji dari Asia dan Afrika. Usai memberikan ceramah dalam acara tersebut, Syekh Muafaq mengundang Anies maju ke depan, lalu mengenakan jubah yang merupakan pakaian kebesaran yang biasa dipakai oleh para syekh dan tokoh kerajaan.

Menurut Syekh Muafaq, pemberian jubah itu merupakan bentuk penghormatan kepada Anies dan wujud kegembiraan atas terpilihnya dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

cek-fakta-Anies-Baswedan-Amirul-Amanah-2.jpgSumber: Anies Baswedan Dapat Hadiah Jubah dari Seorang Syekh di Jeddah | Kumparan

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia melakukan penelusuran lebih lanjut, dan menemukan fakta narasi serupa pernah muncul pada beberapa tahun lalu. Seperti yang ditayangkan oleh medcom.id pada tahun lalu, tepatnya 7 Februari 2020. Sebuah akun media sosial Facebook menuliskan narasi tentang Anies Baswedan yang mendapatkan gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi. Faktanya, tidak demikian.

cek-fakta-Anies-Baswedan-Amirul-Amanah-3.jpgSumber: [Cek Fakta] Anies Baswedan Mendapat Gelar Amirul Amanah atau Pemimpin yang Amanah dari Arab Saudi? Ini Faktanya | Medcom

Selain melalui medsos Facebook, Tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga menemukan beredarnya informasi serupa melalui pesan berantai di WhatsApp. Hal itu dijelaskan oleh Turnbackhoax.id dalam artikel berjudul "[SALAH] Anies Baswedan Dapat Gelar Amirul Amanah atau Pemimpin Yang Amanah”. Artiekl itu diunggah pada 8 Februari 2020.

cek-fakta-Anies-Baswedan-Amirul-Amanah-4.jpgSumber: [SALAH] Anies Baswedan Dapat Gelar Amirul Amanah atau Pemimpin Yang Amanah | Turnbackhoax

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, postingan yang diunggah oleh akun Facebook Inzar Ahmar (https://web.facebook.com/inzar.ahmad)  pada 30 April 2022 tentang Anies Baswedan mendapatkan gelar Amirul Amanah dari Arab Saudi, tidak benar. Faktanya, gambar pada postingan tersebut merupakan peristiwa saat Anies Baswedan mendapatkan jubah dari Syekh di Jeddah. Jubah itu diberikan sebagai bentuk penghormatan dan wujud kegembiraan atas terpilihnya Anies sebagai Gubernur DKI tahun 2017.

Menurut mis/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori False Context (Kontek Keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

---

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 24 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES