Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Hoaks Makanan Kaleng dari Thailand Terkontaminasi Darah Pengidap AIDS

Rabu, 02 November 2022 - 16:13 | 14.38k
CEK FAKTA: Hoaks Makanan Kaleng dari Thailand Terkontaminasi Darah Pengidap AIDS
Informasi tentang makanan kaleng produksi dari Thailand karena terkontaminasi darah para pekerja yang mengidap AIDS.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar tangkapan layar berisi informasi agar tidak mengonsumsi makanan kaleng terutama buah-buahan produksi dari Thailand. Disebutkan makanan kaleng tersebut terkontaminasi darah para pekerjanya yang mengidap AIDS. 

Informasi tersebut beredar di media sosial Facebook. Salah satunya dibagikan akun Yuni Mak Naswah (https://www.facebook.com/yunita.a.al) pada 31 Oktober 2022 pukul 23.51 WIB. Akun tersebut membagikan tangkapan layar dari pesan Whatsapp.

Berikut narasi dalam tangkapan layar yang dibagikan akun Yuni Mak Naswah:

InnaLillahi wa Inna Illaihi roji'un
Assalammu'alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL 
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n temen2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita

cek-fakta-Makanan-Kaleng-dari-Thailand-2.jpgSumber: https://www.facebook.com/photo/?fbid=2367055603457772&set=a.409786615851357

Selain akun Yatimasdayati, Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menemukan sejumlah akun Facebook yang membagikan postingan serupa, di antaranya: akun Yatimasdayati pada 28 Oktober 2022 (https://www.facebook.com/yatimasdayati.yatimasdayati/posts/pfbid0mrkjKA7SzePezXYefZBeX7Mx5YnGVKzbxznq64ErbVyKhnsdcfidgBZGTmxR2Hoxl), Syuaib Rino pada 27 Oktober 2022 (https://www.facebook.com/syuaib.rino/posts/pfbid02BKx19yVJMacJtgoWMRnhuMZVgD7huCksyFhAZAYj3Fykh7MRVADWRGR4HRkdL5U6l), Tarmizi pada 25 Oktober 2022 (https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0vSCvZ5HmsyUHufywbLgGzAJyh3a1T3EhUjNN2LQBYGTGwKeZ2CH8PZw6zjph6DjSl&id=100018229451158), Wanda pada 7 Oktober 2022 (https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid029Pu8Q38Xqzimpyv98VDkgMozaLAUvywoFtjvrSWcSeYapJFwnWWJ9Bxf7fmTh6ogl&id=100024184146739)

Benarkah informasi tersebut?

Penjelasan Cek Fakta

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi tentang peringatan agar tidak mengonsumsi makanan kaleng produksi dari Thailand karena terkontaminasi darah para pekerja yang mengidap AIDS, tidak benar. 

Tim Cek Fakta menelusuri dengan mesin pencarian Google dan ditemukan laporan pemeriksaan atas informasi serupa yang telah dipublikasikan di berbagai media massa arusutama. Informasi tersebut pernah beredar pada beberapa tahun lalu. Artinya, narasi tersebut merupakan hoaks yang kembali beredar.

Pada 12 November 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut. Dalam penjelasan resmi disebutkan BPOM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation). BPOM juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control). Selanjutnya, BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). 

cek-fakta-Makanan-Kaleng-dari-Thailand-3.jpgSumber: Klarifikasi : Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Darah dan Virus HIV | BPOM RI

Terkait penularan HIV/AIDS, mengutip laman resmi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Human Immunodeficiency Virus (HIV), yaitu virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. 

cek-fakta-Makanan-Kaleng-dari-Thailand-4.jpgSumber: Menelusuri Jejak AIDS | rshs

Dengan pengertian tersebut, mengutip Tempo.co, HIV tidak bisa hidup di luar tubuh manusia karena membutuhkan sel CD4. 

HIV banyak berada di cairan vagina atau sperma. Oleh karenanya, penularan HIV melalui hubungan seks penetratif tanpa menggunakan kondom, memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina); atau tercampurnya cairan sperma dengan cairan rectal.

Selain itu, cara lain penulara melalui transfusi darah / produk darah yang sudah tercemar HIV, pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV. Dimungkinkan pula penularan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.

cek-fakta-Makanan-Kaleng-dari-Thailand-5.jpgSumber: Keliru, Makanan Kaleng Asal Thailand Terkontaminasi Darah dan Virus HIV | Tempo

Sejumlah media arusutama juga pernah memeriksa klaim serupa pada waktu lalu, di antaranya liputan6.com (Cek Fakta: Hoaks Makanan Kaleng Thailand Mengandung AIDS dan Daftar Minuman Kemasan Picu Penyakit Berbahaya | Liputan6) dan kompas.com ([HOAKS] Makanan Kaleng dari Thailand Terkontaminasi AIDS | Kompas).

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi tentang peringatan agar tidak mengonsumsi makanan kaleng produksi dari Thailand karena terkontaminasi darah para pekerja yang mengidap AIDS, tidak benar alias hoaks. Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang beredar kembali. Pihak terkait yakni BPOM telah mengklarifikasinya.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tentang penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Konten ini dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES