Ekonomi

Kopi Luwak Banyuwangi Tembus Pasar Amerika

Senin, 10 Oktober 2022 - 14:58 | 41.66k
Kopi Luwak Banyuwangi Tembus Pasar Amerika
AImam Mukhlis, pemilik Omah Kopi Telemung, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, saat menyeduh kopi. (Foto : Asqi Elvian/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kualitas kopi Banyuwangi, Jawa Timur, memang sudah diakui. Termasuk jenis kopi luwaknya. Dengan cita rasa khas nan elegan, kopi luwak Banyuwangi, telah tembus pasar ekspor Amerika Serikat.

Kopi luwak Banyuwangi yang dikirim hingga negeri Paman Sam tersebut adalah kopi luwak jenis Robusta, produksi Omah Kopi Telemung, milik Imam Mukhlis, di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

“Alhamdulillah, sejak 2 bulan lalu kita sudah mulai ekspor kopi luwak ke Amerika Serikat,” katanya, Senin (10/10/2022).

Kopi luwak Banyuwangi, ternyata cukup diminati para pecinta kopi di Amerika. Terbukti, jumlah permintaan terus mengalami peningkatan. Dari yang awalnya hanya 20 kilogram kopi luwak perbulan, kini sudah mencapai 60 kilogram.

Tapi jangan salah, meski ekspor masih di angka 60 kilogram, nilai rupiah yang dihasilkan bikin berdecak kagum. Maklum, harga per kilogram kopi luwak mencapai jutaan rupiah. Berapa nominal pastinya, Imam enggan membeberkan.

“Selain Amerika, sebelum Pandemi Covid-19, kami juga pernah meng ekspor kopi luwak ke Dubai. Saat itu kami ekspor hingga 500 kilogram,” ungkapnya.

Kenapa kopi luwak bernilai tinggi?. Karena kopi luwak merupakan kopi dengan cita rasa khas. Proses terbentuknya juga unik. Berasal dari biji kopi kualitas super yang dimakan luwak. Dan binatang luwak hanya memakan biji kopi terbaik yang masak di pohon. Setelah itu, biji kopi merah tersebut mengalami proses fermentasi alami di dalam saluran pencernaan luwak.

Dengan kata lain, kopi luwak merupakan kopi yang diambil dari kotoran luwak. Dan itulah yang membuat kopi luwak cukup langka dan bernilai ekonomis tinggi.

Kebanyakan kopi luwak diproduksi melalui penangkaran luwak. Berbeda dengan kopi luwak produksi Omah Kopi Telemung, Banyuwangi.

Di sini, kopi luwak benar-benar dihasilkan dari luwak liar. Atau luwak yang hidup di alam bebas perkebunan kopi di wilayah Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro.

Maka tidak heran kopi luwak yang tercipta memiliki rasa dan aroma khas. Lebih alami serta unggul dalam kualitas.

kopi-luwak-Banyuwangi-b.jpgKopi produksi Omah Kopi Telemung, di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (Foto : Asqi Elvian/TIMES Indonesia)

Selain menjadi peng ekspor kopi luwak ke Amerika, Omah Kopi Telemung, juga pemasuk kopi untuk para pengusaha Coffe Shop di seantero Banyuwangi. Omzetnya pun cukup lumayan. Perbulan, mampu menjual hingga Rp30 juta.

Melalui Omah Kopi Telemung, Imam memproduksi beragam jenis kopi. Mulai dari kopi jenis Arabica, Robusta, Ekselsa dan kopi luwak. Termasuk teh dari kulit kopi.

Untuk kopi, pembelian dilayani dalam bentuk biji kopi mentah sampai bubuk kemasan. Harga yang dipatok pun sangat ramah di kantong, menyesuaikan bentuk pemesanan.

Misal, kopi jenis robusta mentah dibandrol Rp 45 ribu per kilogram. Sedang kopi Ekselsa mentah dipatok Rp 55 ribu per kilogram. Sementara untuk kopi bubuk kemasan paling murah dijual Rp 20 ribu per 100 gram.

Satu lagi, sebagai wahana promosi produk kopi sekaligus upaya mendukung tumbuh kembang sektor pariwisata, Omah Kopi Telemung, Banyuwangi, juga mengembangkan paket wisata khusus. Yakni paket wisata Tour Kopi.

Di situ, wisatawan diajak melihat langsung proses pembuatan kopi. Mulai dari melihat kebun kopi, memetik, penjemuran, sangrai, sampai menyeduh kopi sendiri. Bagaimana, tertarik mencicipi kopi luwak Banyuwangi(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES