Ekonomi

TikTok Shop Ditutup, Pedagang di Malang Sedih Tak Bisa Lagi Berjualan

Rabu, 04 Oktober 2023 - 15:24 | 71.77k
Ilustrasi TikTok Shop. (Foto: tiktok)
Ilustrasi TikTok Shop. (Foto: tiktok)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah pusat resmi menutup aktivitas TikTok Shop per Rabu (4/10/2023) hari ini.

Akibat penutupan tersebut, sejumlah pedagang pun berdampak dan tak lagi bisa memiliki penghasilan dari penjualan di TikTok Shop 

Mereka merasa sedih dan memilih tak lagi berjualan, karena platform yang mereka manfaatkan untuk berjualan kini telah dilarang.

Salah satu pedagang pakaian asal Malang, Angga Sambora mengatakan, sejak dilarang dan ditutup pemerintah, ia memilih tak lagi berjualan.

Mau tidak mau, sehari hari kini ia hanya bisa mengandalkan biaya hidupnya melalui pekerjaan sebagai guru di salah satu Madrasah di Malang.

"Jualan pakaian di TikTok Shop ini pekerjaan tambahan. Kalau ngandelin bayaran guru Madrasah gak cukup. Ya sekarang berhenti jualan, belum ada pandangan kedepan setelah TikTok Shop ditutup," ujar Angga, Rabu (4/10/2023).

Bukan hanya berhenti berjualan, ia yang selama ini mempekerjakan tiga karyawannya, mau tidak mau harus memecatnya.

"Saya punya karyawan tiga, itu mulai admin, packing dan tim kreatif. Semua buyar setelah ada penutupan TikTok Shop," ungkapnya.

Sementara, salah satu produsen mukena di TikTok Shop, Diana Manzila juga mengaku sangat sedih mendengar kabar bahwa TikTok Shop ditutup.

Padahal, pendapatannya selama ini sekitar 60 sampai 75 persen berasal dari TikTok Shop. Sisanya, yakni berasal dari penjualan offline hingga reseller.

"Kami tentu sedih dengan penutupan TikTok Shop. Karena penjualan paling besar ini dari TikTok Shop," katanya.

Kini, ia pun hanya bisa pasrah menerima keadaan. Ia juga menyayangkan kenapa pemerintah terlalu terburu buru menutup TikTok Shop sebelum melakukan penelusuran lebih jauh seperti apa dampaknya bagi masyarakat dan UMKM.

"Kita gak ada wadah yang untuk demo, karena kita ini kan pelaku digital. Cuma saya sayangkan penutupan terlalu cepat. Kita kan tidak bisa tiba tiba pindah ke e-commerce lain dengan mudah," tandasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES