Entertainment

Kawoong Innovation dan DKS Gelar Pameran Dua Maestro Lukis 

Rabu, 06 Desember 2023 - 11:11 | 48.47k
CEO Kawoong Innovation Hadi Wardoyo saat menyerahkan lukisan QR Art kepada Ketua DKS Chrisman Hadi, Selasa (5/12/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
CEO Kawoong Innovation Hadi Wardoyo saat menyerahkan lukisan QR Art kepada Ketua DKS Chrisman Hadi, Selasa (5/12/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kawoong Innovation bersama Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menutup pameran lukisan "Bermain dan Mempermainkan" di Balai Pemuda, Selasa (5/12/2023) malam.

Pameran tersebut menampilkan karya dua perupa beda aliran. Mr D 'Doddy Hernanto' dan Asri Nugroho selama lima hari berturut-turut.

Mr D merupakan pelukis beraliran teknologi coding dengan nama QR Art. Sementara Asri Nugroho dikenal sebagai pelukis realis tersohor. 

Mr.D mengajak penikmat seni menjelajah potongan-potongan profil, berita, sepak terjang dan secara umum perjalanan tokoh dalam lukisan lewat ruang peramban dengan melakukan scan pada lukisan. Lukisan itu menyimpan sebuah kode dua dimensi. Barcode khusus.

Kawoong-Innovation-2.jpgMr D menunjukkan era baru QR Art Codeisme, Selasa (5/12/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Scan barcode pada lukisan dengan ponsel, maka akan muncul berbagai data dan berita terkait kehebatan beliau," ungkapnya. 

QR Art adalah hasil cipta rasa karya dan karsa Mr D Kawoong Innovation yang telah mendapat hak paten dan merupakan satu-satunya di dunia. 

Bagi Mr D, pameran ini sekaligus merupakan momen istimewa. Ia mengenalkan QR Art Codeisme. Pengembangan dari QR Art yang selama ini ia ciptakan. Lebih tajam dan lebih jelas. Meski tak berbeda jauh, QR Art Codeisme adalah lompatan baru. Terutama pengaplikasian dalam logo. 

"Saya sudah mulai berbicara tentang sesuatu yang baru," ungkapnya sambil menunjuk gambar logo Universitas Brawijaya.

Ia mencontohkan nama domain yang terlalu panjang dan susah diingat. Berbeda ketika mata menangkap gambar visual secara cepat. 

"Otak manusia lebih menyukai informasi visual dan disebut cortex visual," sambungnya.

Gambar itu lebih mudah dipahami daripada teks. Akan lebih sulit lagi jika teks terlalu kompleks dan teknis. Sedangkan hanya dengan gambar saja, dapat seketika membangkitkan emosi seperti kebahagiaan, kesedihan atau kemarahan seseorang. Informasi dapat tersampaikan secara lebih mudah.

"Otak manusia lebih mudah memproses informasi visual daripada informasi tekstual, gambar dapat mencakup banyak informasi dalam satu waktu," jelasnya.

Gambar juga lebih mudah diingat dan menarik perhatian. Oleh sebab itu, logo dengan QR Art akan lebih praktis. Cukup sekali pindai. 

"Logo ditambah Codeisme sama dengan website," katanya.

Kawoong-Innovation-3.jpgAsri Nugroho menjelaskan makna lukisannya kepada pengunjung pameran, Selasa (5/12/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Sedangkan Asri Nugroho mengusung enam lukisan berukuran besar. Setiap lukisan mengandung pesan mendalam dan religius.

"Kawoong Innovation menjembatani kita bersama DKS," ujar bagian Biro Seni Rupa DKS tersebut.

Asri berharap pameran itu dapat menginspirasi para perupa muda agar tetap belajar secara serius.

"Bekerja dan belajar secara ngotot, dalam hal apapun cantolkan seni rupa itu dalam hidup kamu," demikian pesannya seraya mencontohkan kegigihan Mr D dalam berkarya. 

CEO Kawoong Innovation, Hadi Wardoyo menjelaskan, pameran adalah kerja sama antara Kawoong Innovation, DKS dan TIMES Indonesia. 

"Ada dua tokoh seniman senior yaitu Cak Asri Nugroho dan Mr D dengan tema Bermain dan Mempermainkan," kata Hadi.

Acara ini dibuka oleh sembilan tokoh. Salah satunya Prof Susanto, Gus Iim dari Pondok Pesantren Tebuireng dan Ketua DKs Chrisman Hadi.

Tema itu memang unik. Hadi menganalogikan dari sisi hukum tentang situasi negara saat ini. 

"Melalui seni atau pameran lukisan ini saya analogikan seperti sebuah gambaran penegakan hukum di Indonesia. Bahwa hukum harusnya menjadi panglima, harus tegak lurus, bukan runcing di bawah," ujarnya.

Pada dasarnya jika sebuah negara ingin maju, hukum harus tegak dan tidak menjadi permainan dan dipermainkan sebagaimana tema pameran yang diusung Kawoong Innovation.

"Saya juga sampaikan, kita sebagai seorang seniman dengan adanya situasi sekarang, siapapun presidennya kita dukung. Kita sebagai warga negara, dan kita tetap menjadi seorang seniman, tidak perlu berpolitik. Seorang seniman juga bisa berbuat kebaikan, tidak perlu menjadi wali kota atau gubernur dulu," ucap Hadi. 

Kawoong Innovation sendiri mewadahi para kreator khususnya pencipta karya anak bangsa dan fokus pada seni, teknologi serta budaya. Salah satu seniman inventor yang bernaung di bawah Kawoong Innovation adalah Mr D.

"Kita ingin memasyarakatkan, mengembangkan, mengaplikasikan dan memasarkan karya anak bangsa kepada dunia," kata Hadi Wardoyo. 

Sebelumnya, Mr D juga pernah menampilkan ratusan maha karya sketsa futuristik para tokoh penting baik foto digital maupun lukisan dalam balutan tradisional dan modern menggunakan inovasi QR Art tersebut. 

Mereka adalah para tokoh pendiri bangsa, pejabat tinggi negara, dan tokoh termasyhur lainnya. Seperti Presiden Jokowi, KH Ma'ruf Amin, Menkopolhukam Mahfud MD, Henry Tanoesoedibjo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Sandiaga Uno, KH Hasyim Asyari, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman serta Rektor Universitas Dr Soetomo Dr Siti Marwiyah yang juga merupakan adik dari Menkopolhukam Mahfud MD. 

Karya QR Art Mr D sendiri merupakan wujud nyata inovasi dan kreativitas anak bangsa.
Karya ini mampu menyatukan teknologi terdepan berbasis coding dan data dengan konten seni berkarakter Indonesia.

Mr D Kawoong Innovation berhasil membuat penyempurnaan evolusi barcode dan QR Code menjadi lebih trendi dan kekinian dengan QR Art. Tampilan dan fiturnya lebih modern dan penuh estetika.

Inovasi ini lahir setelah mengamati bentuk barcode yang terbatas dan QR Code yang tidak mengindahkan unsur seni di dalamnya.

Tangan dingin Mr D membuahkan hasil. Ia menjadikan QR Art lebih memilih karakter dan ciri khas gambar sehingga sangat cocok untuk branding, promosi dan personal.

QR Art inovasi karya Doddy ’Mr D’ Hernanto Kawoong Innovation bersertifikat HKI tahun 2021 dengan nomor pencatatan : 000296961 QR Art sebagai jejak rekam digital.

QR Art karya Mr D Kawoong Innovation tidak bisa ditiru oleh siapapun sehingga karya ini menjadi eksklusif bagi penggunanya, karena QR Art adalah gabungan antara analog dan digital dengan balutan seni.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES