Entertainment

Rayakan International Jazz Day, Indra Lesmana Garap Album Reuni di Sydney Australia

Senin, 15 April 2024 - 15:22 | 109.33k
Indra Lesmana siapkan album kolaborasi sekaligus reuni dengan kolega ya di Sydney Australia (Foto: Ivan Paulus for TIMES Indonesia)
Indra Lesmana siapkan album kolaborasi sekaligus reuni dengan kolega ya di Sydney Australia (Foto: Ivan Paulus for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Maestro Jazz Indonesia, Indra Lesmana kembali menggarap proyek musik bersama rekan-rekan musiknya di Sydney, Australia bersamaan momen International Jazz Day.

Proyek musik Indra tersebut didukung sepenuhnya oleh Paulus Family Pty Ltd yang dimiliki diaspora Indonesia di Australia, Ivan Paulus dan istrinya Shirley Lim.

Ivan Paulus, selain merupakan pebisnis dan pelaku ekonomi yang sukses di Australia serta penasehat di Indonesia Business Council (IBC) Australia, turut menjadi salah satu Executive Producer di proyek Indra Lesmana Sydney Reunion ini. 

Bersama-sama, Indra dan Ivan sepakat bekerjasama untuk membuat produksi rekaman di Sydney, Australia yang akan dirilis dalam format digital streaming platform, CD’s dan USB.

Sydney Reunion adalah proyek Indra menyatukan kembali rekan-rekan musisinya di Sydney, Australia. Mereka ini khususnya yang pernah terlibat di proyek rekaman Indra dan bermusik bersama pada 1982 silam.

Mereka adalah Steve Hunter (bass) yang pernah terlibat di album No Standing, Dale Barlow (saxophone) yang pernah terlibat di proyek Children of Fantasy dan Andrew Gander (drums).

Ketiga musisi ini bersama Indra akan kembali rekaman komposisi baru mereka secara live di Sydney, Australia di bulan Mei 2024. 

Indra Lesmana menjelaskan, “Saya sangat bahagia dan bersyukur dapat kembali bermusik dengan rekan-rekan musik saya di Sydney. Hal ini merupakan momen sejarah yang tak ternilai."

"Besar harapan saya proyek ini dapat menjadi karya dokumentasi yang baik serta memberikan inspirasi bagi generasi musik di Indonesia dan Australia “ kata Indra.

Selain itu, Indra pun mendukung proyek rekaman single Ivan Paulus (saxophone) di mana Indra menyiapkan dua buah aransemen.

“Saya selalu tertarik akan bakat-bakat istimewa dan mendukung semangat bermusik setiap insan di mana pun. Dengan semangat International Jazz Day, saya berharap kehidupan musik jazz semakin tumbuh baik," ucapnya.

" Saya pun berharap karya produksi saya bersama Ivan dapat diterima dan diapresiasi secara positif dan menjadi semangat untuk generasi musik terus berkarya,“ jelas Indra.

Indra-Lesmana-1.jpg

Kehadiran Indra di Sydney bersamaan momen International Jazz Day ini pun diharapkan dapat menciptakan karya kolaborasi bersama Kevin Hunt yang merupakan direktur Jazz Performance and Improvised Music Bachelor of Music degrees at the Sydney Conservatorium of Music.

Sementara Ivan Paulus mengungkapkan, “Kami berharap proyek seni dan kolaborasi ini bisa menghasilkan hal positif, bukan hanya dalam berkarya dan menorehkan sejarah baru namun juga untuk membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.“

Indra Lesmana sendiri adalah musisi, komposer, produser dari Indonesia. Ia dikenal sebagai maestro dan icon jazz Indonesia yang memiliki reputasi istimewa atas musikalitas, kreatifitas, produktifitas dan memberikan inspirasi bagi lintas generasi musik Indonesia. 

Lahir di Jakarta, 28 Maret 1966, Indra adalah putra bungsu dari tokoh jazz legendaris Indonesia Jack Lesmana dan Nien Lesmana. Kakaknya, Mira Lesmana adalah produser film yang sukses.

Karir bermusiknya dimulai saat usia 8 tahun dan meneruskan ketertarikan dan kemampuan improvisasinya di alat musik piano dan keyboards.

Kehidupan Indra Lesmana di Sydney, Australia dimulai sejak ia menerima beasiswa di tahun 1979 untuk bersekolah di New South Wales Conservatorium of Music.

Di tahun 1982, Indra membentuk grup musik Nebula bersama teman-temannya di Sydney : Steve Hunter, Kent James, Andy Evans, Vince Genova, Carlinhos Goncalvez, dan membuat album rekaman berjudul No Standing.

Pada kurun waktu yang sama, Indra dan ayahnya Jack Lesmana juga membuat proyek musik Children of Fantasy dengan salah satu musisi pendukungnya adalah Dale Barlow.

Saat berusia 18 tahun, Indra dikontrak perusahaan rekaman Amerika MCA Records yang tertarik untuk memproduksi dan mengedarkan 2 album solo atas namanya berjudul 'For Earth And Heaven' dan 'No Standing'.

Indra ditunjuk menjadi ketua juri Indonesian Idol sejak tahun 2003 hingga 2007. Ia pun telah menerima berbagai penghargaan dan beberapa kali tampil mewakili Indonesia di ajang internasional. 

Hingga kini, Indra telah merilis 98 produksi album rekaman termasuk 63 proyek solo/duo/group dan ribuan komposisi musiknya dalam berbagai genre musik. Indra Lesmana juga masih terus konsisten dan aktif bermusik serta membangun komunitas musik. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES