Bori Kalimbuang, Jejak Megalitikum di Tana Toraja
Minggu, 09 Desember 2018 - 17:28 | 429.72k






TIMESINDONESIA, TANA TORAJA – Tana Toraja adalah salah satu jejak peradaban megalitik di Nusantara. Di Bori Kalimbuang, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, ada hamparan bebatuan khas zaman megalitikum yang ditancapkan di sebuah lahan.
Batu yang nampak sangat eksotis itu digunakan oleh penduduk untuk menghormati pemuka adat dan keluarga bangsawan yang telah berpulang. Tradisi ini masih dipertahankan hingga saat ini oleh penduduk setempat.
“Penempatan batu-batu megalitikum atau banyak wisatawan mengenal menhir ini pun tidak bisa sembarangan, tapi harus melewati beberapa ritual adat terlebih dahulu. Bahkan, prosesnya bisa dibilang cukup panjang, karena harus menyiapkan upacara adat yang membutuhkan hewan kurban dalam jumlah tertentu, memilih batu dari gunung, memindahkan batu dan menancapkannya di lahan kompleks megalit,” kata Martinus, pengurus kawasan Bori Kalimbuang.
Yang unik adalah ketika prosesi ritual penancapan menhir yang dilakukan bersama-sama alias gotong royong sukarela oleh warga. Ada sekitar 102 buah batu menhir yang memiliki tinggi berbeda di kompleks tersebut.
Di kompleks bebatuan megalitikum itu di kelilingi oleh bangunan yang disebut Balakkayan. Bangunan ini digunakan sebagai tempat menyantap daging hewan. Ada juga bangunan yang berfungsi sebagai tempat persemayaman jenazah saat upacara adat berlangsung. Sedangkan Tongkonan adalah salah satu bangunan yang berfungsi sebagai tempat duduk tamu untuk menyaksikan upacara adat.
Saat berjalan lebih dalam ke kompleks tersebut, terdapat sebuah batu besar yang digunakan untuk menyimpan jenazah para pemuka adat dan keluarga bangsawan.
Fotografer | : Rizki Dwi Putra (DJ-202) |
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Tria Adha |