Gaya Hidup

Tren Pernikahan Bergeser ke Pernikahan Bertema Adat

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:59 | 30.74k
Para staf vendor wedding saat merapikan sebuah gaun pernikahan bertema adat Jawa (Yobby/Times Indonesia)
Para staf vendor wedding saat merapikan sebuah gaun pernikahan bertema adat Jawa (Yobby/Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Belakangan banyak calon pengantin, terutama di wilayah Kediri Raya, memilih konsep pernikahan bertemakan adat yang terinspirasi dari pernikahan-pernikahan artis ibukota. 

"Karena kiblatnya masih artis dari ibu kota Jakarta, dan sekarang lagi ramainya artis menikah dalam konsep adat, jadi yang di daerah juga mengikuti," tukas Dessy Novita, salah satu pengusaha vendor pernikahan di Kediri, Senin, (15/08/2022).

Advertisement

Menariknya, menurut Dessy, konsep adat yang dipilih sudah "lintas" suku. Dimana calon pengantin memilih konsep adat tertentu tanpa harus sesuai dengan suku. "Adat apa pun itu. Ada yang bukan orang Palembang, pakai suntiang. Ada yang bukan orang Sunda pakai siger. Ada yang bukan orang Jawa pakai Paes," tambah Dessy.

Konsep itu sendiri bagi kalangan vendor wedding tidak terlalu sulit. Mengingat konsep pernikahan adat yang dipilih calon pengantin sendiri biasanya hanya sekedar look atau tampilan, tapi ada juga yang lengkap dengan semua prosesi adat.

" Kalau look-nya tak masalah. Misalnya Padang, dekorasinya merah, dia pakai baju merah, pakai Suntian, sudah kayak orang Padang, tapi kan prosesi adatnya tidak ada," tutur wanita yang sudah lama berkutat dengan dunia vendor wedding tersebut.

Sedangkan untuk riasan, ditambahkan Dessy, prosesi adat tadi kini dipadukan dengan riasanya yang sederhana tapi tetap mempesona. Itu juga masih terinspirasi dari pernikahan-pernikahan para artis ibukota.

"Model-model sekarang itu seperti para artis,  disebutnya flawless. Jadi bukan yang menor, enggak berlebihan, tapi cantik. Tidak kelihatan mewah tapi tetap cantik," ungkap Dessy.

Tahun lalu, dimana PPKM masih ketat dan angka penyebaran covid-19 masih tinggi kebanyakan pernikahan digelar dengan kapasitas tamu lebih kecil, dan tidak jarang hanya dihadiri oleh keluarga terdekat.

Konsep yang sering disebut intimate wedding tersebut belakangan mulai ditinggalkan dan para calon pengantin mulai berani menggelar resepsi atau pernikahan dengan jumlah tamu cukup banyak.

"Kalau tahun lalu masih sekitar 250-300 tamu, belakangan sudah sudah mulai banyak tamu, sekitar 1000 sampai 1500. Jadi konsep pernikahan sudah mulai kembali dengan kapasitas tamu lebih besar dari sebelumnya," pungkas Dessy.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES