Hukum dan Kriminal

Motor Hasil Curanmor di Situbondo Dikembalikan, Kapolres: Tak Percuma Lapor Polisi

Selasa, 30 Mei 2023 - 17:53 | 43.29k
Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto dalam konferensi pers hasil ungkap kasus Sikat Semeru mengembalikan kendaraan bermotor yang berhasil diidentifikasi pemiliknya. (FOTO: Miftahorrahman/TIMES Indonesia)
Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto dalam konferensi pers hasil ungkap kasus Sikat Semeru mengembalikan kendaraan bermotor yang berhasil diidentifikasi pemiliknya. (FOTO: Miftahorrahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SITUBONDO – Kepolisian Resort atau Polres Situbondo menggelar press release hasil tangkapan operasi Sikat Semeru, Selasa (30/5/23). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tiga buah kendaraan bermotor hasil tangkapan curanmor dikembalikan kepada pemiliknya. 

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto menjelaskan, dalam operasi Sikat Semeru selama 12 hari tersebut, Polres Situbondo berhasil mengungkap sembilan kasus dari target awal sejumlah 5 TO (Target Operasi). 

Advertisement

"Dari 9 kasus itu ada 7 orang tersangka, 2 kasus dilakukan oleh pelaku yang sama secara berulang. Dari 8 kendaraan yang berhasil kita amankan, 3 buah sudah berhasil diidentifikasi pemiliknya," ungkap AKBP Dwi dalam sambutannya. 

Tiga buah kendaraan tersebut kemudian diserah terimakan secara langsung kepada pemilik terindetifikasi, Selasa (30/5/23).

Dodik Hafidh Kurniawan, warga Surabaya yang bekerja di Situbondo mengaku, cukup senang dengan berhasil ditemukan dan dikembalikanny kendaraan Honda Beat putih miliknya. 

Dodik menceritakan, dirinya mengalami musibah kehilangan kendaraan pada medio Agustus 2022 di kawasan Alun-alun Situbondo ketika hendak mencari makan. "Sebelum lapor, sempat saya coba cari namun tidak ada hasil," tuturnya kepada Media. 

RF (30), pelaku curanmor di 13 TKP di Situbondo dan Bondowoso ketika ditanya awak media mengaku, faktor ekonomi merupakan penyebab dari belasan aksi pencurian yang dilakukannya. 

Warga asal Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur itu menjelaskan, setiap kendaraan berhasil dicurinya dijual kepada Penadah di kisaran harga Rp 850 ribu. "Kadang Rp 750 ribu," aku RF. 

Pelaku Curanmor di 13 TKP tersebut berhasil diamankan usai keluarga menyerahkan RF ke pihak kepolisian karena sebelumnya melihat pemberitaan bahwa teman RF, Ahmad Jazuli, warga Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, tertangkap dan sekarang diproses hukum di Mapolres Situbondo.

Ditanya tentang tagar percuma lapor polisi yang sempat marak di media sosial Twitter saat sesi wawancara usai kegiatan, Kapolres Situbondo menegaskan, kegiatan tersebut sebagai bukti kinerja aparat penegak hukum dan membuktikan bahwa tidak percuma lapor polisi. "Ditambah tidak (#PercumaLaporPolisi, red) itu di depannya," canda Kapolres Situbondo itu. 

Menutup sesi wawancara, Kapolres berpesan kepada masyarakat Situbondo agar hendaknya lebih berhati-hati lagi kedepan, khusunya dalam memarkir kendaraan bermotor. 

"Kami harap warga lebih hati-hati dan waspada, apalagi banyak kasus curanmor yang terjadi di sawah ketika warga sedang berkerja," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES