Hukum dan Kriminal

Pabrik Narkoba Terbesar Indonesia di Malang Baru Beroperasi 2 Bulan

Kamis, 04 Juli 2024 - 10:05 | 14.21k
Bareskrim Polri saat menggelar konferensi pers pabrik laboratorium narkoba terbesar se Indonesia di Kota Malang. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Bareskrim Polri saat menggelar konferensi pers pabrik laboratorium narkoba terbesar se Indonesia di Kota Malang. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pabrik narkoba besar-besaran yang berlokasi di Jalan Bukit Barisan, Kota Malang. Pabrik yang berfungsi sebagai laboratorium produksi tiga jenis narkotika, yakni tembakau sintetis, ekstasi dan xanax tersebut ternyata baru beroperasi selama dua bulan.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada mengatakan, pabrik narkoba yang berkedok sebagai tempat usaha Kantor Event Organizer (EO) Mitra Ganesha tersebut baru saja dikontrak dari sang pemilik dua bulan lalu.

"Tempat ini baru beroperasi sekitar 2 bulan. Bagaimana mereka berusaha menghindari dengan alibi sebagai kantor EO," ujar Wahyu, Kamis (4/7/2024).

Meski baru berjalan dua bulan, ternyata pabrik narkoba ini sudah memproduksi tiga jenis narkoba dalam jumlah yang sangat besar.

Diantaranya, 1,2 ton tembakau sintetis, 25 ribu pil ekstasi, 25 ribu pil xanax dan berbagai macam bahan mentahan yang diperkirakan masih bisa memproduksi 2,1 juta butir pil.

Wahyu mengungkapkan, alat-alat produksi yang dipergunakan cukup beragam dan dinilai sangat canggih. Bisa dipastikan, selain terbesar, pabrik laboratorium narkoba ini menjadi yang tercanggih selama temuan di beberapa daerah lainnya.

Kecanggihan tersebut dilihat dari temuan dalam laboratorium, seperti instalasi laboratorium yang berisikan alat-alat atau mesin-mesin pengaduk campuran (mixer), Electric heater yang dilengkapi Thermostat, alat-alat destilasi (labu destilasi, pemanas, termometer, kondensor, konektor, starif adaptor, penampung pembakar). 

"Selain itu kita temukan juga alat penyaring yang dilengkapi dengan pompa vakum, timbangan digital, mesin pencetak pil dan peralatan pendingin (freezer)," ungkapnya.

Dari temuan ini, Wahyu menyebut bahwa pabrik narkoba di Malang ini mampu memproduksi narkotika dalam jumlah besar. Hal ini dilihat dari barang bukti yang berhasil diamankan.

"Kita sebut ini pabrik terbesar, karena produksi sinte sangat besar. Kemudian, kapasitas produksi untuk pil saja satu hari bisa mencapai 4 ribu butir, itu belum barang lainnya. Kalau barang bukti kita rupiahkan, sekitar Rp143 miliar," bebernya.

Jika hal ini tak diungkap secara cepat, besar kemungkinan peredaran barang haram ini akan semakin meluas. Terlebih, rumah produksi laboratorium narkoba tersebut berlokasi di tengah pemukiman padat penduduk yang dikelilingi oleh kampus kampus ternama di Kota Malang.

Saat ditanya soal pelaku yang masih berusia dibawah 30 tahun, Wahyu menyebut bahwa mereka rata-rata merupakan pengangguran dan ada juga yang mantan residivis.

"Kita harus bersinergi, tidak mungkin menyelesaikan sendiri. Mulai Bea Cukai untuk monitoring masuk, kita juga bekerjasama dengan BNN dan peran serta masyarakat," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik narkoba di Jalan Bukit Barisan, Kota Malang tersebut berhasil diungkap jajaran Bareskrim Polri dan digerebek pada Selasa (2/7/2024) lalu.

Dari hasil penggerebekan, 5 tersangka berhasil diamankan. Pengungkapan pabrik terbesar se Indonesia ini bermula dari pengembangan penangkapan paket tembakau sintetis sebesar 23 kilogram di kawasan Jakarta.

Para tersangka, kini dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal mati dan maksimal denda Rp10 miliar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES