Indonesia Positif

Dorong Turunkan 14 Persen Stunting, PT KIE Gelar Edukasi Pencegahan Stunting di Kelurahan Guntung

Jumat, 19 Januari 2024 - 21:53 | 18.21k
Direktur Keuangan PT KIE Dianti Citra Agustin, Wakil Walikota Bontang, Najirah bersama lurah Guntung dan Manajemen PT KMU (Foto: Andi Anugerah For TIMES Indonesia)
Direktur Keuangan PT KIE Dianti Citra Agustin, Wakil Walikota Bontang, Najirah bersama lurah Guntung dan Manajemen PT KMU (Foto: Andi Anugerah For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONTANG – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan Masyarakat di wilayah Puskesmas Bontang Utara II mengenai stunting dan pencegahannya, PT Kaltim Industrial Estate (KIE) melalui program TJSL menggelar kegiatan Edukasi Pencegahan Stunting, Jumat (19/01/2024). 

Giat yang digelar di pendopo kantor kelurahan Guntung tersebut dirangkai dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh, dan Sanitasi serta Demo Masak Makanan Sehat Tinggi Protein untuk masyarakat di Kelurahan Guntung.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bontang, Najirah Direktur Keuangan PT KIE Dianti Citra Agustin, perwakilan dari PT KMU, dr Rustam Efendi, Kepala Puskesmas Bontang Utara II, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan peserta dari posyandu kelurahan Guntung. 

Di hadapan peserta Direktur Keuangan PT KIE Dianti Citra Agustin mengungkapkan pentingnya dilakukan konsentrasi pada masalah. Hal ini dijelaskan bahwa masalah gizi di Indonesia berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah stunting dan wasting pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. 

“Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting,“ ujarnya.

Penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya Pemerintah tetapi juga setiap keluarga Indonesia. Karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi.

Manajemen-PT-KIE.jpgManajemen PT KIE bersama Wakil Wali kota Bontang Najirah berfoto bersama peserta (Foto: Andi Anugerah For TIMES Indonesia)

Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. 

“STOP generasi balita stunting di Indonesia. Sudah banyak inovasi maupun terobosan dari berbagi pihak mulai dari pemerintahan pusat, daerah bersama masyarakat dalam mencegah stunting,” ungkapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengapresiasi keterlibatan PT KIE dalam giat pencegahan stunting. Giat ini diperlukan untuk menjaga generasi penerus bangsa agar tetap sehat dan sejahtera. 

“Stunting adalah masalah bersama, dan kita harus bergerak bersama sebagai satu kesatuan tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan,” jelas Najirah.

Lanjut dikatakan Najirah, Pemerintah menargetkan 14 persen pada 2024. Pada kesempatan ini Najirah mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam penurunan stunting. 

“Terima kasih atas sinergitas yang dilakukan dalam rangka menurunkan stunting 14 persen dan harus gas full,” tutup Wakil Wali kota Bontang, Najirah dalam giat penurunan stunting PT KIE.(d)       

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES