Indonesia Positif

Sudah Ada Transportasi Umum Menuju Wisata Alam Ijen, Ini Tarif dan Jadwalnya

Senin, 29 Januari 2024 - 14:35 | 19.13k
Alat transportasi umum yang siap melayani wisatawan menuju wisata alam Ijen (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Alat transportasi umum yang siap melayani wisatawan menuju wisata alam Ijen (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Para pecinta wisata alam tidak perlu lagi membawa motor sendiri saat akan pergi ke wisata yang ada di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso

Sebab sudah tersedia muda transportasi umum untuk para wisatawan yang ingin menikmati wisata alam termasuk Kawah Ijen. 

Transportasi umum DAMRI ini akan melayani pengunjung ke lokasi wisata di Kecamatan Ijen Bondowoso. 

Angkutan umum tersebut adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ijen Geopark. 

Tarif agar bisa menikmati angkutan ini hanya dengan hanya Rp27 ribu. Tarif ini berlaku jarak jauh dan dekat. 

Adapun jenis armada yang digunakan sebagai transportasi umum ke Kawah Ijen ini adalah Toyota Hiace. 

Menurut Driver DAMRI, Bayu menjelaskan, wisatawan  bisa memanfaatkan transportasi umum DAMRI ini, tetapi harus memesan tiket terlebih dahulu melalui aplikasi DAMRI APPS. 

Harga tiket flat sebesar Rp 27 ribu ini, berlaku bagi semua wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun domestik. 

“Armadanya ada dua, tiap armada ada 15 seat,” jelas dia saat dikonfirmasi. 

Adapun bus DAMRI angkutan KSPN Kawah Ijen ini berangkat dari Terminal Tawang Alun, Jember menuju Bondowoso pada pukul 08.00 WIB dan tiba di  Bumi Ki Ronggo pada pukul 09.15 WIB. 

Keberangkatan kedua dari terminal Jember sekitar pukul 20.00 WIB dan tiba di Bondowoso sekitar pukul 21.15 WIB. 

Setelah sampai di Bondowoso, armada  ini akan menunggu kedatangan penumpang yang telah memesan tiket di depan Kantor Pengurus Harian Ijen Geopark, atau Alun-alun Ki Bagus Asra. 

Perjalanan menuju Kecamatan Ijen berhenti di empat titik pemberhentian. Yakni, pertama Kampung Kopi Kluncing, kemudian Black Lava Plalangan, Kawah Wurung, dan Paltuding Kawah Ijen. 

Dalam sehari ada dua kali keberangkatan, pagi dari kota menuju kecamatan Ijen sekitar pukul 09.15 dan 21.15. 

Kemudian, turun dari Ijen ke Tawang Alun itu pukul 09.00 WIB dan 14.30 WIB. 

“Kita ada basecampnya di sana, di Cafe Nak Ijen,” terang dia. 

Sebenarnya kata dia, bukan pertama kali DAMRI memberikan moda transportasi khusus ke objek wisata Kawah Ijen. 

Sebab sebelumnya pernah ada, namun sempat berhenti karena pandemi. Covid-19. Padahal saat itu, antusias pengunjung luar biasa, utamanya mahasiswa. 

Saat ini akhirnya kembali diaktifkan. Bahkan, di Kabupaten Banyuwangi sendiri sudah berjalan.

“Ini ada program dari pemerintah buat aktifkan lagi, soalnya yang Banyuwangi sudah jalan,” jelasnya. 

Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas menjelaskan, sebenarnya semula pemberhentian hanya di titik tertentu. 

Namun, akhirnya setelah rapat bersama, muncu empat titik rekomendasi pemberhentian. 

“Satu arah ya. Tidak menunggu wisatawan, kasian yang lain. Nanti kan ada bus yang kedua,” terang dia. 

Dengan adanya transportasi umum ini kata dia, tentu sangat memberikan dampak positif. 

Apalagi hal ini jjuga sesuai dengan rekomendasi tim asesor Ijen Geopark, yang memberikan masukan pentingnya ada transportasi umum. 

“Ini juga akhirnya memberikan dampak positif, karena berjalan sesuai dengan pengenbangan Geo wisata kita di kawasan Ijen Geopark,” terang dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES