Indonesia Positif Universitas Islam Malang

Kupas Tuntas Alternatif Pendanaan Bagi Entrepreneur, FEB UNISMA Gelar International Seminar Securities Crowdfunding

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:09 | 12.49k
Jajaran Pimpinan FEB Unisma Malang bersama narasumber International Seminar Securities Crowdfunding. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Jajaran Pimpinan FEB Unisma Malang bersama narasumber International Seminar Securities Crowdfunding. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisma Malang menggelar International seminar, Senin (10/6/2024).

Acara yang diselengggarakan di Hall Gus Dur Lantai 7 Gedung Pasca Sarjana Unisma ini dihadiri oleh Nur Diana, SE., M.Si. selaku Dekan FEB Unisma, para dosen dan mahasiswa FEB Unisma.

Mengusung tema “Innovations and Challenges in Securities Crowdfunding: Encouraging Investment for Sustainable Economic Growth”, acara ini menghadirkan pembicara antara lain Biger Adzanna Maghribi (Kepala OJK Malang), Cita Mellisa (Kepala BEI Jawa Timur), Jeroen Rijnenberg (CEO Sustainable Business Development and Innovation Centre), Mohammad Agung Wibowo (CEO Fundex).

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unisma Nur Diana, SE., M.Si menyampaikan terima kasih kepada mitra yang telah mendukung FEB Unisma.

“Kami selaku Dekan mengucapkan terima kasih kepada mitra yang selama ini telah mendukung FEB Unisma. FEB Unisma yang saat ini memasuki usia ke-43 telah menuai berbagai prestasi berkat dukungan dari mitra baik dunia usaha, dunia industri dan berbagai perguruan tinggi," terang Nur Diana.

Ia menjelaskan FEB Unisma telah mendapat rekognisi dari LAMEMBA maupun BAN-PT meraih akreditasi unggul, serta akreditasi Internasional FIBAA untuk prodi manajemen dan akuntansi. Atas raihan ini, FEB Unisma dapat diterima baik secara nasional maupun internasional.

MoU-CEO-Fundex.jpg

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

“Tahun 2024 merupakan implementasi dari milestone entrepreneur university. Dukungan FEB Unisma tentunya baik kurikulum maupun kegiatan tridharma pendidikan tinggi akan diarahkan kepada milestone entrepreneur university yang nantinya pada 2027 diharapkan bisa mendukung pencapaian Unisma sebagai worldclass University. Kita tahu Unisma merupakan perguruan tinggi terbaik, termasuk 50 besar perguruan tinggi se-Indonesia dan berakreditasi Unggul. Hal ini tentunya didukung oleh berbagai prestasi yang diraih dari program studi serta fakultas di dalamnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Diana menyampaikan pentingnya kegiatan ini agar kita tahu alternatif pendanaan bagi entrepreneur di era kemajuan financial teknologi.

“Sebagai bentuk implementasi entrepreneur university, saat ini kita menyelenggarakan International Seminar dengan tema Innovations and Challenges in Securities Crowdfunding: Encouraging Investment for Sustainable Economic Growth. Kegiatan sangat penting bagi Anda yang nantinya akan menjalakan entrepreneur. Kami tidak hanya mengajarkan hanya memproduksi barang saja, tetapi menjadi seorang entrepreneur juga tahu mencari pendanaan dari mana saja. Tidak hanya perbankan, dengan adanya kemajuan financial teknologi ternyata memunculkan alternatif pendanaan yang menjanjikan. Bagaimanakan alternatif pendanaan ini, apakah aman? Apakah menjanjikan? Untuk itu kami undang empat narasumber Bapak Biger Adzanna Maghribi (Kepala OJK Malang), Ibu Cita Mellisa (Kepala BEI Jawa Timur), Bapak Jeroen Rijnenberg (CEO Sustainable Business Development and Innovation Centre), Bapak Mohammad Agung Wibowo (CEO Fundex),” bebernya.

Cita-Mellisa.jpg

Di akhir sambutan, Diana berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan keterampilan bagi mahasiswa sehingga nantinya akan selaras dengan kebutuhan industri.

“Mata kuliah yang diberikan di kelas harus dikuatkan dengan kehadiran praktisi supaya sejalan dengan kebutuhan dari dunia industri. Setaip perubahan dunia industri, FEB Unisma selalu agile dan adaptif terhadap perubahan tersebut. FEB Unisma selalu merespon agar nantinya lulusan FEB Unisma sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Diana.

Sebagai narasumber pertama, Cita Mellisa (Kepala BEI Jawa Timur) menyampaikan materi tentang pendanaan melalui pasar modal. Cita menyampaikan manfaat Go Public selain mendapatkan kesempatan pendanaan tanpa batas, masih ada mafaat lainnya antara lain: Meningkatkan Kinerja, Meningkatkan Citra Perusahan, Profesionalisme & Loyalitas Karyawan, Likuiditas untuk pemilik, karyawan & investor, Mempercepat Penerapan GCG, Menghindari kemungkinan perpecahan pemilik, Insentif Pajak, Mendapatkan Mitra Usaha Strategis, Menciptakan Kemandirian Perusahaan, Meningkatkan Nilai Perusahaan.

Narasumber selanjutnya, Jeroen Rijnenberg (CEO Sustainable Business Development and Innovation Centre) menyampaikan materi berkaitan dengan apa itu crowdfunding dan berbagai macam platform crowdfunding. Sebagai narasumber penutup, Mohammad Agung Wibowo (CEO Fundex) menyampaikan materi mengenai tipe-tipe crowdfunding antara lain: Social Crowdfunding, Reward Based Crowdfunding, Debt Crowdfunding, Equity Crowdfunding, dan Securities Crowdfunding. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES